IHSG Tertekan Sentimen Negatif Sidang Paripurna DPR
Minggu, 28 September 2014 - 14:18 WIB
IHSG Tertekan Sentimen Negatif Sidang Paripurna DPR
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan kemarin tertekan sentimen negatif terkait sidang paripurna DPR RI tentang UU Pilkada.
Indeks saham berbalik melemah, pasca-kembali menyentuh level high di angka 5.250.
Analis Riset Woori Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada mengatakan, laju IHSG kembali tertekan seiring aksi profit taking dan berbaliknya nett sell asing, ditambah maraknya pemberitaan negatif terkait dampak dari hasil sidang paripurna DPR tentang UU Pilkada.
"Imbas laju bursa saham Asia yang negatif dan ditambah dengan maraknya pemberitaan negatif terkait dampak dari hasil sidang paripurna DPR membuat mood pelaku pasar berkurang sehingga lebih memilih untuk keluar pasar," kata Reza dalam risetnya, Minggu (28/9/2014).
Mengawali pekan, laju IHSG berbalik ke zona merah seiring imbas laju bursa saham Asia yang berada di zona merah setelah dilanda aksi profit taking sehingga dimanfaatkan untuk ikut jualan dan penguatan IHSG selama 3 hari berturut-turut gagal kembali melanjutkan kenaikannya.
"Laju IHSG bergerak seperti yang kami sampaikan sebelumnya, di mana mulai adanya sentimen negatif akan mempengaruhi laju IHSG. Sehingga dimanfaatkan untuk profit taking lanjutan dan menyulitkan IHSG untuk berbalik menguat," terangnya.
Di sisi lain, lanjut Reza, kembali melemahnya laju rupiah dan tercatatnya nett sell asing menambah sentimen negatif selain dari imbas laju bursa saham Asia yang variatif cenderung melemah kecuali laju bursa saham China.
Tidak disangka laju IHSG yang awalnya sempat bergerak positif, kembali terpelanting ke zona merah. Bahkan, laju ini terlihat anomali dibandingkan dengan pergerakan bursa saham Asia yang mulai berbalik positif dan rupiah yang juga berbalik terapresiasi.
"Entah kebetulan atau tidak, namun pelemahan ini seiring dengan kian gencarnya tuntutan untuk pilkada melalui DPRD (pilkada tidak langsung)," tegas Reza.
Menurutnya, transaksi asing pun masih melanjutkan nett sell yang kemungkinan merespon berita yang dianggap negatif tersebut. Terlebih tuntutan tersebut datang dari koalisi yang berseberangan dengan koalisi Jokowi-Jusuf Kalla (JK).
"Sehingga timbul penilaian negatif jika nantinya program-program Jokowi-JK akan banyak yang tidak disetujui," tandasnya.
(Baca: IHSG Diprediksi pada Kisaran 5.110-5.150)
Indeks saham berbalik melemah, pasca-kembali menyentuh level high di angka 5.250.
Analis Riset Woori Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada mengatakan, laju IHSG kembali tertekan seiring aksi profit taking dan berbaliknya nett sell asing, ditambah maraknya pemberitaan negatif terkait dampak dari hasil sidang paripurna DPR tentang UU Pilkada.
"Imbas laju bursa saham Asia yang negatif dan ditambah dengan maraknya pemberitaan negatif terkait dampak dari hasil sidang paripurna DPR membuat mood pelaku pasar berkurang sehingga lebih memilih untuk keluar pasar," kata Reza dalam risetnya, Minggu (28/9/2014).
Mengawali pekan, laju IHSG berbalik ke zona merah seiring imbas laju bursa saham Asia yang berada di zona merah setelah dilanda aksi profit taking sehingga dimanfaatkan untuk ikut jualan dan penguatan IHSG selama 3 hari berturut-turut gagal kembali melanjutkan kenaikannya.
"Laju IHSG bergerak seperti yang kami sampaikan sebelumnya, di mana mulai adanya sentimen negatif akan mempengaruhi laju IHSG. Sehingga dimanfaatkan untuk profit taking lanjutan dan menyulitkan IHSG untuk berbalik menguat," terangnya.
Di sisi lain, lanjut Reza, kembali melemahnya laju rupiah dan tercatatnya nett sell asing menambah sentimen negatif selain dari imbas laju bursa saham Asia yang variatif cenderung melemah kecuali laju bursa saham China.
Tidak disangka laju IHSG yang awalnya sempat bergerak positif, kembali terpelanting ke zona merah. Bahkan, laju ini terlihat anomali dibandingkan dengan pergerakan bursa saham Asia yang mulai berbalik positif dan rupiah yang juga berbalik terapresiasi.
"Entah kebetulan atau tidak, namun pelemahan ini seiring dengan kian gencarnya tuntutan untuk pilkada melalui DPRD (pilkada tidak langsung)," tegas Reza.
Menurutnya, transaksi asing pun masih melanjutkan nett sell yang kemungkinan merespon berita yang dianggap negatif tersebut. Terlebih tuntutan tersebut datang dari koalisi yang berseberangan dengan koalisi Jokowi-Jusuf Kalla (JK).
"Sehingga timbul penilaian negatif jika nantinya program-program Jokowi-JK akan banyak yang tidak disetujui," tandasnya.
(Baca: IHSG Diprediksi pada Kisaran 5.110-5.150)
(dmd)
Lihat Juga :