Menkeu Bantah Pelemahan Rupiah Akibat RUU Pilkada dan APBN

Senin, 29 September 2014 - 19:39 WIB
Menkeu Bantah Pelemahan...
Menkeu Bantah Pelemahan Rupiah Akibat RUU Pilkada dan APBN
A A A
JAKARTA - Pelemahan akan mata uang rupiah kembali terjadi. Namun, Menteri Keuangan Chatib Basri mengatakan, rupiah yang masih tertekan bukan disebabkan pengesahan RUU Pilkada dan RUU APBN 2015.

Dia menjelaskan, pelemahan rupiah terhadap nilai tukar dolar AS dikarenakan faktor The Federal Open Market Committee (FOMC).

"Pelemahan rupiah ini bukan soal pilkada maupun RAPBN tapi masih disebabkan FOMC," ujar Chatib di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (29/9/2014).

Lebih lanjut ia mengatakan, pelemahan nilai tukar tidak hanya terjadi pada rupiah, tapi mata uang asing lainnya juga mengalami pelemahan dikarenakan The Fed.

"Pada prinsipnya sih, hampir semuanya ya megalami pelemahan seperti di India kemudian di negara-negara lain trendnya juga seperti itu," katanya.

Berdasarkan data Bloomberg Dollar Index, rupiah terdepresiasi 1% ke level Rp12.169 per dolar AS pada pukul 15.59 WIB. Sepanjang hari ini, rupiah bergerak di kisaran Rp12.033 hingga Rp12.218 per dolar AS.

Pada awal perdagangan, kurs rupiah dibuka melemah 0,36% ke level Rp12.091 per dolar AS, dibandingkan dengan level penutupan sebelumnya Rp12.048 per dolar AS. Jelang penutupan, rupiah kian melemah pada kisaran 0,75% ke Rp12.137 per dolar AS pada pukul 14.22 WIB.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Defisit APBN Mei 2026...
Defisit APBN Mei 2026 Tembus Rp180,4 Triliun, Purbaya: Sangat Aman
15 menit yang lalu
Transaksi Digital Melonjak,...
Transaksi Digital Melonjak, Visa Tekankan Pentingnya Pengelolaan Risiko
40 menit yang lalu
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, BRI Dorong Sadar Budaya Kelola Sampah melalui Green Action BRI Peduli
47 menit yang lalu
Rupiah Ambruk Tembus...
Rupiah Ambruk Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Pengusaha Ritel Sport Jantung
55 menit yang lalu
Lindungi Konsumen, Pakar...
Lindungi Konsumen, Pakar UI Ingatkan Dampak Paparan BPA Galon Guna Ulang
1 jam yang lalu
IHSG Kembali Babak Belur...
IHSG Kembali Babak Belur Siang Ini, Nyungsep 2,53% ke 5.692
1 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved