BTN Palembang Bukukan Transaksi KPR Rp43 Miliar
Selasa, 30 September 2014 - 02:53 WIB
BTN Palembang Bukukan Transaksi KPR Rp43 Miliar
A
A
A
PALEMBANG - Bank Tabungan Negara (BTN) Cabang Palembang membukukan transaksi pembelian rumah melalui Kredit Pemilikan Rumah (KPR) BTN selama Pameran Rumah Rakyat Expo 2014 di BKB sebesar Rp43 miliar. Angka itu diperoleh dari transaksi masyarakat yang dihitung berdasarkan 460 aplikasi yang masuk di BTN.
Relationship Manager Consumer Lending BTN Kantor Cabang Palembang, Rivandika Putrayana menyatakan, sebagai bank yang fokus pada pembiayaan KPR, pihaknya senantiasa menawarkan beragam kemudahan bagi nasabah ataupun masyarakat yang ingin membeli properti, seperti potongan suku bunga tetap selama dua tahun ataupun bebas biaya administrasi dan lainnya.
”Selama rumah rakyat expo, alhasil kami berhasil menyerap transaksi pembelian rumah sebesar Rp43 miliar atau sekitar 460 aplikasi yang masuk. Tentu angka yang diperoleh itu sangat fantastis dan tertinggi selama pameran,” kata Rivandika, Senin (29/9/2014).
Menurut dia, tingginya permintaan tersebut didasarkan atas kemudahan yang diberikan BTN sebagai bank penyalur pembiayaan KPR terhadap masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Bahkan pihaknya memberikan pelayanan one day approval yakni pengajuan KPR konsumen selesai dalam sehari sekaligus melayani program Pinjaman Uang Muka Perumahan bagi peserta BPJS, termasuk pinjaman uang buka bagi PNS melalui kerja sama dengan Bapertarum.
”Kami menilai tingginya minat masyarakat MBR membeli properti dikarenakan rumah saat ini sudah menjadi bagian kebutuhan pokok sekaligus sebagai pilihan investasi terbaik saat ini,” tuturnya.
Sepanjang Januari hingga September tahun ini, kata dia, pihaknya berhasil merealisasikan kucuran KPR Program Fasilitas Likuiditas Pemilikan Perumahan (FLPP) sebesar Rp100 miliar atau sekitar 900 unit rumah murah. Jumlah raihan KPR FLPP tersebut, cenderung meningkat sekitar 10% dibanding dengan periode sama tahun sebelumnya.
”Sejak dari awal kami sudah memprediksikan kalau transaksi selama pameran akan membeludak. Namun dalam pameran kami tidak begitu terpaku mengejar target, melainkan menjaga branding BTN sebagai bank penyalur KPR,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Penyelenggara Pameran Rumah Rakyat Expo 2014, Adib Sofyan menambahkan, selama pameran rumah murah diselenggarakan setidaknya berhasil menyedot kunjungan mencapai 5.000 orang.
Kendati kuantits rumah yang dijual tak sesuai target, namun transaksi cenderung meningkat dengan asumsi total penjualan rumah mencapai 699 unit dengan perolehan tertinggi dipegang developer PT Aktum Abadi berhasil menjual 47 unit rumah ke konsumen.
”Dari segi transaksi cukup menggembirakan. Untuk jumlah transaksi mencapai Rp65 miliar dengan rata-rata penjualan developer sekitar 10 sampai 30 unit rumah,” jelasnya.
Relationship Manager Consumer Lending BTN Kantor Cabang Palembang, Rivandika Putrayana menyatakan, sebagai bank yang fokus pada pembiayaan KPR, pihaknya senantiasa menawarkan beragam kemudahan bagi nasabah ataupun masyarakat yang ingin membeli properti, seperti potongan suku bunga tetap selama dua tahun ataupun bebas biaya administrasi dan lainnya.
”Selama rumah rakyat expo, alhasil kami berhasil menyerap transaksi pembelian rumah sebesar Rp43 miliar atau sekitar 460 aplikasi yang masuk. Tentu angka yang diperoleh itu sangat fantastis dan tertinggi selama pameran,” kata Rivandika, Senin (29/9/2014).
Menurut dia, tingginya permintaan tersebut didasarkan atas kemudahan yang diberikan BTN sebagai bank penyalur pembiayaan KPR terhadap masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Bahkan pihaknya memberikan pelayanan one day approval yakni pengajuan KPR konsumen selesai dalam sehari sekaligus melayani program Pinjaman Uang Muka Perumahan bagi peserta BPJS, termasuk pinjaman uang buka bagi PNS melalui kerja sama dengan Bapertarum.
”Kami menilai tingginya minat masyarakat MBR membeli properti dikarenakan rumah saat ini sudah menjadi bagian kebutuhan pokok sekaligus sebagai pilihan investasi terbaik saat ini,” tuturnya.
Sepanjang Januari hingga September tahun ini, kata dia, pihaknya berhasil merealisasikan kucuran KPR Program Fasilitas Likuiditas Pemilikan Perumahan (FLPP) sebesar Rp100 miliar atau sekitar 900 unit rumah murah. Jumlah raihan KPR FLPP tersebut, cenderung meningkat sekitar 10% dibanding dengan periode sama tahun sebelumnya.
”Sejak dari awal kami sudah memprediksikan kalau transaksi selama pameran akan membeludak. Namun dalam pameran kami tidak begitu terpaku mengejar target, melainkan menjaga branding BTN sebagai bank penyalur KPR,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Penyelenggara Pameran Rumah Rakyat Expo 2014, Adib Sofyan menambahkan, selama pameran rumah murah diselenggarakan setidaknya berhasil menyedot kunjungan mencapai 5.000 orang.
Kendati kuantits rumah yang dijual tak sesuai target, namun transaksi cenderung meningkat dengan asumsi total penjualan rumah mencapai 699 unit dengan perolehan tertinggi dipegang developer PT Aktum Abadi berhasil menjual 47 unit rumah ke konsumen.
”Dari segi transaksi cukup menggembirakan. Untuk jumlah transaksi mencapai Rp65 miliar dengan rata-rata penjualan developer sekitar 10 sampai 30 unit rumah,” jelasnya.
(gpr)
Lihat Juga :