IHSG Diprediksi Variatif Cenderung Menguat
Selasa, 30 September 2014 - 08:13 WIB
IHSG Diprediksi Variatif Cenderung Menguat
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) pada perdagangan hari kedua pekan ini diperkirakan akan bergerak variatif (mixed), dengan kecenderungan menguat.
Analis Teknikal PT Mandiri Sekuritas Ayyi Achmad Hidayah mengungkapkan, IHSG diperdagangkan di atas EMA 200 hari. Indeks bergerak fluktuatif dan ditutup pada level 5.142.
"Indikator MACD masih di area konsolidasi. Hari ini, Indeks akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat," kata dia, Selasa (30/9/2014).
Dia memprediksi, IHSG akan bergerak pada kisaran support 5.082 dan resistance 5.172. Sementara sentimen dari luar cenderung menahan penguatan.
Pasar saham Amerika Serikat (AS) ditutup berbalik melemah diperdagangan awal pekan, seiring memanasnya kondisi geopolitik di Hong Kong. Koreksi dialami oleh indeks Dow Jones Industrial Avg sebesar 0,25% dan indeks S&P500 sebesar 0,25%.
Dari pasar Asia, pergerakan pasar saham juga dipengaruhi oleh konflik politik di Hong Kong, Suriah, Irak dan Palestina. Koreksi pasar saham Asia ditunjukkan oleh indeks Nikkei 225 di Jepang sebesar 0,75%. Sedangkan indeks KOSPI Composite di Korea Selatan dibuka menguat tipis 0,08%.
Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas juga turut terkoreksi. Harga minyak mentah WTI turun 0,27% ke level USD92,53 per barel. Sedangkan harga emas Comex terkoreksi 0,09% ke posisi USD1.220,50 per ons.
Dari dalam negeri, nilai tukar rupiah terhadap USD terus melemah seiring memanasnya kondisi politik nasional pasca disahkannya pemilihan kepala daerah melalui DPRD. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sendiri langsung menggelar rapat terbatas setibanya di Tanah Air dini hari tadi, pasca kunjungannya ke Portugal, AS dan Jepang.
Pemerintahannya mengaku tengah menyiapkan plan B, yang menurutnya bisa mempertahankan pemilihan kepala daerah secara langsung. Berdasarkan keterangan Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsuddin, plan B tersebut sedianya akan diumumkan pada hari ini.
Sementara itu, Manidiri Sekuritas memperkirakan defisit neraca perdagangan akan menyentuh USD431 juta di Agustus 2014 dari USD124 juta surplus di Juli 2014. Sedangkan inflasi akan mencapai 0,31% (month on month) di September 2014, lebih rendah dari bulan lalu 0,47% (mom).
Biro Pusat Statistik (BPS) sendiri akan merilis data inflasi September 2014 dan neraca perdagangan Agustus 2014 pada esok hari.
Analis Teknikal PT Mandiri Sekuritas Ayyi Achmad Hidayah mengungkapkan, IHSG diperdagangkan di atas EMA 200 hari. Indeks bergerak fluktuatif dan ditutup pada level 5.142.
"Indikator MACD masih di area konsolidasi. Hari ini, Indeks akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat," kata dia, Selasa (30/9/2014).
Dia memprediksi, IHSG akan bergerak pada kisaran support 5.082 dan resistance 5.172. Sementara sentimen dari luar cenderung menahan penguatan.
Pasar saham Amerika Serikat (AS) ditutup berbalik melemah diperdagangan awal pekan, seiring memanasnya kondisi geopolitik di Hong Kong. Koreksi dialami oleh indeks Dow Jones Industrial Avg sebesar 0,25% dan indeks S&P500 sebesar 0,25%.
Dari pasar Asia, pergerakan pasar saham juga dipengaruhi oleh konflik politik di Hong Kong, Suriah, Irak dan Palestina. Koreksi pasar saham Asia ditunjukkan oleh indeks Nikkei 225 di Jepang sebesar 0,75%. Sedangkan indeks KOSPI Composite di Korea Selatan dibuka menguat tipis 0,08%.
Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas juga turut terkoreksi. Harga minyak mentah WTI turun 0,27% ke level USD92,53 per barel. Sedangkan harga emas Comex terkoreksi 0,09% ke posisi USD1.220,50 per ons.
Dari dalam negeri, nilai tukar rupiah terhadap USD terus melemah seiring memanasnya kondisi politik nasional pasca disahkannya pemilihan kepala daerah melalui DPRD. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sendiri langsung menggelar rapat terbatas setibanya di Tanah Air dini hari tadi, pasca kunjungannya ke Portugal, AS dan Jepang.
Pemerintahannya mengaku tengah menyiapkan plan B, yang menurutnya bisa mempertahankan pemilihan kepala daerah secara langsung. Berdasarkan keterangan Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsuddin, plan B tersebut sedianya akan diumumkan pada hari ini.
Sementara itu, Manidiri Sekuritas memperkirakan defisit neraca perdagangan akan menyentuh USD431 juta di Agustus 2014 dari USD124 juta surplus di Juli 2014. Sedangkan inflasi akan mencapai 0,31% (month on month) di September 2014, lebih rendah dari bulan lalu 0,47% (mom).
Biro Pusat Statistik (BPS) sendiri akan merilis data inflasi September 2014 dan neraca perdagangan Agustus 2014 pada esok hari.
(rna)
Lihat Juga :