Rupiah Berakhir Terkoreksi ke Rp12.188/USD
Selasa, 30 September 2014 - 16:32 WIB
Rupiah Berakhir Terkoreksi ke Rp12.188/USD
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) hari ini berakhir terkoreksi seiring gagalnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada akhir perdagangan.
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg hari ini ditutup pada level Rp12.188 per USD. Posisi tersebut terkoreksi 19 poin dibanding penutupan Senin (29/9/2014) di level Rp12.169 per USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka pada level Rp12.228 per USD. Adapun posisi rupiah terkuat di level Rp12.155 per USD dan terlemah di level Rp12.255 per USD.
Data Sindonews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah hari ini pada level Rp12.175. Posisi tersebut terdepresiasi 81 poin dibanding penutupan hari sebelumnya di level Rp12.094 per USD.
Data Yahoofinance mencatat mata uang domestik pada level Rp12.204 per USD, dengan kisaran harian Rp12.158-Rp12.260 per USD. Posisi ini anjlok 113 poin dibanding penutupan sebelumnya di level Rp12.091 per USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp12.212 per USD. Posisi ini anjlok 92 poin dibanding posisi penutupan sebelumnya di level Rp12.120 per USD.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, laju rupiah dipengaruhi melemahnya IHSG terimbas sentimen negatif dari penutupan bursa Wall Street.
"Hal itu seiring meningkatnya risk aversion terkait perhatian pelaku pasar terhadap demo besar pro-demokrasi di Hong Kong," kata dia, Selasa (30/9/2014).
Sementara IHSG hari ini belum mampu menguat, meski sempat parkir di teritori hijau pada akhir sesi I perdagangan karena ditekan aksi jual. IHSG terkoreksi 4,43 poin atau 0,09% ke level 5.137,58.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp6,05 triliun dengan 7,15 miliar saham diperdagangkan dan transaksi jual asing Rp918,73 miliar. Tercatat 161 saham naik, 161 saham melemah dan 93 saham stagnan.
(Baca: Rupiah Parkir di Rp11.172/USD Siang Ini)
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg hari ini ditutup pada level Rp12.188 per USD. Posisi tersebut terkoreksi 19 poin dibanding penutupan Senin (29/9/2014) di level Rp12.169 per USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka pada level Rp12.228 per USD. Adapun posisi rupiah terkuat di level Rp12.155 per USD dan terlemah di level Rp12.255 per USD.
Data Sindonews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah hari ini pada level Rp12.175. Posisi tersebut terdepresiasi 81 poin dibanding penutupan hari sebelumnya di level Rp12.094 per USD.
Data Yahoofinance mencatat mata uang domestik pada level Rp12.204 per USD, dengan kisaran harian Rp12.158-Rp12.260 per USD. Posisi ini anjlok 113 poin dibanding penutupan sebelumnya di level Rp12.091 per USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp12.212 per USD. Posisi ini anjlok 92 poin dibanding posisi penutupan sebelumnya di level Rp12.120 per USD.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, laju rupiah dipengaruhi melemahnya IHSG terimbas sentimen negatif dari penutupan bursa Wall Street.
"Hal itu seiring meningkatnya risk aversion terkait perhatian pelaku pasar terhadap demo besar pro-demokrasi di Hong Kong," kata dia, Selasa (30/9/2014).
Sementara IHSG hari ini belum mampu menguat, meski sempat parkir di teritori hijau pada akhir sesi I perdagangan karena ditekan aksi jual. IHSG terkoreksi 4,43 poin atau 0,09% ke level 5.137,58.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp6,05 triliun dengan 7,15 miliar saham diperdagangkan dan transaksi jual asing Rp918,73 miliar. Tercatat 161 saham naik, 161 saham melemah dan 93 saham stagnan.
(Baca: Rupiah Parkir di Rp11.172/USD Siang Ini)
(rna)