BNI Treasury Bandung Incar Transaksi Valas di Atas USD1 Miliar

Kamis, 02 Oktober 2014 - 06:50 WIB
BNI Treasury Bandung...
BNI Treasury Bandung Incar Transaksi Valas di Atas USD1 Miliar
A A A
BANDUNG - BNI Treasury Bandung mengincar transaksi valas di atas USD1 miliar pada tahun 2014. Pasalnya, pada 2013 lalu, realisasi total transaksi valas sekitar USD1miliar.

"Kami terus berupaya meningkatkan total nilai transaksi valas demi mengejar target tersebut. Sudah ada beragam strategi yang kami dilakukan," ujar Treasury Client Solution Regional Coverage BNI Bandung Andri Satria kepada wartawan, Rabu (1/10/2014).

Lebih lanjut dia mengatakan, salah satu strategi yang dicanangkan di antaranya dengan program edukasi terkait pentingnya hedging/lindung nilai.

"Kami merasa optimis target tersebut dapat terwujud mengingat potensi pasar di Jabar yang sangat besar. Terlebih, provinsi ini menjadi salah satu pusat kegiatan bisnis nasional," katanya.

Dia menambahkan, pihaknya terus melakukan sosialisasi dan edukasi. Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diberikan informasi terkait keunggulan bertransaksi valas di Treasury BNI Bandung.

"Jaringan BNI juga terbilang cukup luas karena telah memiliki kantor cabang di 5 negara, yakni di Inggris (London), Amerika Serikat (New York), Jepang, Singapura dan Hongkong. Oleh karenanya, Rate valas dan biaya transaksi di BNI sangat bersaing," katanya.

Dia menyebutkan, sebagian besar nasabah membeli valas dengan tujuan untuk kegiatan ekspor-impor. Mata uang yang paling banyak diminati adalah dollar Amerika Serikat.

Dia menjamin, nasabah yang melakukan pembelian valas di BNI Treasury sangat cepat dan aman. Pihaknya memiliki tujuan membuat BNI menjadi bank of choice bagi customer.

Sebagai bentuk pelayanan tambahan kepada nasabah, BNI siap menggelar Treasury & WBN Customer Gathering yang akan berlangsung pada 8 Oktober 2014 mendatang di Bandung.

Kegiatan ini berisi edukasi kepada nasabah terkait pentingnya hedging/lindung nilai agar transaksi valas yang dilakukan dapat terhindar dari resiko kerugian selisih kurs.

"Hedging/lindung nilai sangat penting. Sebab, kondisi harga valas saat ini tidak pasti. Adapun kurs dollar Amerika Serikat berkisar Rp12.180. Dengan, hedging dapat mengurangi resiko kerugian nasabah dari resiko kerugian selisih kurs," imbuhnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BNI Hadir Lebih Dekat...
BNI Hadir Lebih Dekat di HUT ke-79, Sapa Nasabah Rayakan Momen Perjalanan Tumbuh Bersama
HUT BNI ke-74, Pegawai...
HUT BNI ke-74, Pegawai dan Serikat Pekerja Sebar 146.000 Paket Sembako
BNI Ubah Jam Operasional...
BNI Ubah Jam Operasional Selama Bulan Ramadan
BNI Catat Kenaikan Transaksi...
BNI Catat Kenaikan Transaksi Nasabah Premium di Private Event BNI-Emirates Travel Fair 2025
Peringati HUT ke-76,...
Peringati HUT ke-76, BNI Terus Berkomitmen Tingkatkan Kualitas Pelayanan dan SDM
Bantu Perangi COVID-19,...
Bantu Perangi COVID-19, UKM Binaan BNI Turut Produksi APD
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
1 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
2 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
2 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
2 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
2 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
3 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved