Rupiah Anjlok 67 Poin Sepanjang Pekan Ini
Minggu, 05 Oktober 2014 - 14:45 WIB
Rupiah Anjlok 67 Poin Sepanjang Pekan Ini
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) sepanjang pekan ini anjlok sebesar 67 poin.
Dirangkum dari data di situs resmi Bank Indonesia (BI), nilai tukar rupiah terhadap USD pada Jumat (26/9/2014) pekan lalu berada pada level Rp12.007 per USD. Kemudian pada Senin (29/10/2014) pekan ini, rupiah anjlok 113 poin menjadi Rp12.120 per USD.
Pelemahan signifikan kembali berlanjut pada Selasa (30/9/2014), di mana rupiah merosot 92 poin menjadi Rp12.212 per USD. Namun pada Rabu (1/10/2014), rupiah berhasil terapresiasi 24 poin ke level Rp12.188 per USD.
Pada Kamis (2/10/2014), penguatan rupiah berlanjut. rupiah terapresiasi 52 poin menjadi Rp12.136 per USD. Kendati demikian, pada Jumat (3/10/2014), rupiah melemah sebanyak 8 poin hingga ditutup pada level Rp12.144 per USD.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, sentimen yang mempengaruhi pelemahan rupiah, diantaranya rencana The Fed akan menaikan suku bunga, defisitnya neraca perdagangan pada Agustus sebesar USD318,1 juta dan imbas aliran dana asing yang keluar dari pasar keuangan domestik karena pertemuan Bank Sentral Eropa (ECB).
"Selain itu, menjelang rilisnya data kenetagakerjaan di Amerika Serikat (AS)," kata dia dalam risetnya.
Sementara Menteri Koordinator bidang Perekonomian Chairul Tanjung (CT) sebelumnya mengatakan, melemahnya rupiah akibat rencana Bank Sentral AS (The fed) akan menaikkan suku bunganya, sehingga mendorong USD menguat.
"Kedua, pasar melihat situasi yang agak kurang kondusif terkait dengan kelangsungan perekonomian kita ke depan, khusunya terkait dengan masalah politik," terang dia.
Dirangkum dari data di situs resmi Bank Indonesia (BI), nilai tukar rupiah terhadap USD pada Jumat (26/9/2014) pekan lalu berada pada level Rp12.007 per USD. Kemudian pada Senin (29/10/2014) pekan ini, rupiah anjlok 113 poin menjadi Rp12.120 per USD.
Pelemahan signifikan kembali berlanjut pada Selasa (30/9/2014), di mana rupiah merosot 92 poin menjadi Rp12.212 per USD. Namun pada Rabu (1/10/2014), rupiah berhasil terapresiasi 24 poin ke level Rp12.188 per USD.
Pada Kamis (2/10/2014), penguatan rupiah berlanjut. rupiah terapresiasi 52 poin menjadi Rp12.136 per USD. Kendati demikian, pada Jumat (3/10/2014), rupiah melemah sebanyak 8 poin hingga ditutup pada level Rp12.144 per USD.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, sentimen yang mempengaruhi pelemahan rupiah, diantaranya rencana The Fed akan menaikan suku bunga, defisitnya neraca perdagangan pada Agustus sebesar USD318,1 juta dan imbas aliran dana asing yang keluar dari pasar keuangan domestik karena pertemuan Bank Sentral Eropa (ECB).
"Selain itu, menjelang rilisnya data kenetagakerjaan di Amerika Serikat (AS)," kata dia dalam risetnya.
Sementara Menteri Koordinator bidang Perekonomian Chairul Tanjung (CT) sebelumnya mengatakan, melemahnya rupiah akibat rencana Bank Sentral AS (The fed) akan menaikkan suku bunganya, sehingga mendorong USD menguat.
"Kedua, pasar melihat situasi yang agak kurang kondusif terkait dengan kelangsungan perekonomian kita ke depan, khusunya terkait dengan masalah politik," terang dia.
(rna)