OJK Jateng Imbau Masyarakat Tidak Asal Lapor Pengaduan

Senin, 06 Oktober 2014 - 04:53 WIB
OJK Jateng Imbau Masyarakat...
OJK Jateng Imbau Masyarakat Tidak Asal Lapor Pengaduan
A A A
SEMARANG - Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 4 Jawa Tengah (Jateng) dan DI Yogyakarta, Y Santoso Wibowo mengimbau masyarakat tidak asal lapor pengaduan. Tercatat, hingga Agustus lembaga telah menerima 163 pengaduan.

Aduan tersebut terdiri dari 41 kasus (25,15%) telah selesai ditangani, 68 kasus (41,72%) telah ditindaklanjuti, 15 kasus (9,20%) dalam proses dan sebanyak 20 kasus (12,27%) belum diproses,karena dokumen yang disampaikan belum lengkap.

“Ada juga laporan yang tidak tepat sasaran dan banyak di antaranya merupakan surat kaleng. Jumlah aduan ini ada 19 aduan (11,66%),” ungkapnya, Minggu (5/10/2014).

Karena itu, OJK berharap, masyarakat yang mengadu atau melaporkan terkait dengan kinerja jasa keuangan benar-benar melengkapi dokumen, dan tidak asal lapor.

Dikatakan Santoso, untuk mendorong peningkatan dan pengetahuan dan pemamahan masyarakat, baik mengenai OJK maupun produk dan layanan lembaga jasa keuangan, pihaknya melakukan sejumlah kegiatan edukasi yang rutin melalui mobil keliling SIMolek (Mobil Literasi Keuangan).

”Namun, sampai saat ini masih terbatas dan baru dioperasikan oleh Kantor Regional 4 dan Kantor OJK Provinsi Yogyakarta. Mudah-mudahan tahun depan dapat juga dioperasikan oleh Kantor-kantor OJK lainnya,” ujarnya.

Kegiatan lain sosialisasi dilakukan kepada dosen, guru, asosiasi, mahasiswa dan siswa di sejumlah kampus serta sekolah di wilayah Jateng dan DIY,

Sementara itu, pada Triwulan II 2014 berdasarkan pengamatan OJK, dunia perbankan di Jateng dan DIY masih memperlihatkan perkembangan yang baik.

Total aset meningkat 17,59% dari Rp221 triliun pada Triwulan I/2014 menjadi Rp260 triliun. Dana pihak ketiga (DPK) dan kredit masing-masing tumbuh sebesar 17,05% dari Rp163 triliun menjadi Rp191 triliun dan 16,07% dari Rp174 triliun menjadi Rp202 triliun untuk periode yang sama.

“Sementara itu, rasio NPL masih dapat dipertahankan di bawah 5%, yaitu sebesar 2,46% pada Triwulan II/2014,” tandas Santoso.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
OECD/INFE - OJK Conference...
OECD/INFE - OJK Conference di Bali
OJK Gelar Edukasi Keuangan...
OJK Gelar Edukasi Keuangan untuk Pelajar
Bikin Cemas Banyak Orang,...
Bikin Cemas Banyak Orang, Ini Detail Aturan Main POJK Stimulus Covid-19
OJK Beri Dua Stimulus...
OJK Beri Dua Stimulus Lanjutan Bagi Sektor Industri Keuangan Non Bank
OJK Pastikan Sektor...
OJK Pastikan Sektor Jasa Keuangan Pada Level Terkendali
OJK Menyadari Pentingnya...
OJK Menyadari Pentingnya GRC Terintegrasi di Sektor Jasa Keuangan
Berita Terkini
Dirut Himbara Dikumpulin...
Dirut Himbara Dikumpulin Dasco Bersama Mensesneg, Bahas Apa?
42 menit yang lalu
Free Float 15% Bakal...
Free Float 15% Bakal Kerek Daya Tarik Perusahaan di Mata Investor, Begini Kata BEI
49 menit yang lalu
555 Angkatan Pertama...
555 Angkatan Pertama PNS Otorita IKN Resmi Dilantik, Basuki: Bangun Ibu Kota Nusantara Tak Gampang
1 jam yang lalu
Diwarnai Penguatan 307...
Diwarnai Penguatan 307 Saham, IHSG Dibuka Berbalik Menghijau ke 5.344
1 jam yang lalu
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Turun Lagi Rp10 Ribu per Gram, Saatnya Beli Bunda?
2 jam yang lalu
Impor Energidari 41...
Impor Energidari 41 Negara, India Tak Mampu Tolak Minyak Rusia:Kami Cari yang Paling Murah!
3 jam yang lalu
Infografis
Keterbatasan Strategis...
Keterbatasan Strategis USS Abraham Lincoln: Si ’Benteng Terapung’ yang Tidak Kebal
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved