Dana Institusi Ikut Dorong Kenaikan AUM Reksa Dana

Senin, 06 Oktober 2014 - 10:57 WIB
Dana Institusi Ikut...
Dana Institusi Ikut Dorong Kenaikan AUM Reksa Dana
A A A
JAKARTA - Total dana kelolaan (asset under management/AUM) reksa dana per akhir September 2014 mencapai Rp205,92 triliun, naik 1,3% atau sekitar Rp2,66 triliun dibandingkan posisi akhir Agustus sebesar Rp203,26 triliun.‬

Sementara itu, jumlah unit penyertaan per akhir September mengalami peningkatan sekitar 3,74 miliar dari 126,73 miliar menjadi 130,47 miliar. (Baca: Dana Kelolaan Reksa Dana Capai Rp205,9 T)

Analis Millenium Danatama Asset Management Desmon Silitonga mengatakan, kenaikan dana kelolaan pada akhir September tidak terlepas dari proyeksi masih positifnya kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), meskipun selama bulan September hanya tumbuh tipis.

“Kenaikan dana kelolaan ini juga didorong oleh pertumbuhan dana institusi, khusunya yang masuk ke reksa dana saham dan terproteksi,” ujarnya ketika dihubungi, baru-baru ini.‬

Selain itu, lanjut dia, dengan terpilihnya Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla sebagai presiden dan wakil presiden terpilih periode 2014-2019 dapat memberikan amunisi baru terhadap pasar saham.

Apalagi investor di pasar keuangan cukup memberikan apresiasi pada kedua pasangan ini.‬ ‪Menurutnya, ini akan memberikan harapan akan adanya apresiasi positif terhadap IHSG ke depannya.

“Meski begitu, investor akan tetap mencermati bagaimana implementasi kebijakan yang akan mereka tempuh, khususnya dalam bidang ekonomi, pengelolaan subsidi BBM, dan komposisi kabinet,” kata Desmon.

Dia mengungkapkan, apabila semua sesuai ekspektasi, maka level IHSG pada level 5.500 tentu bukan sesuatu yang mustahil, mengingat posisi IHSG saat ini sebenarnya sudah cukup premium dengan kondisi pertumbuhan dan kondisi makro ekonomi Indonesia.

Desmon memproyeksi, pertumbuhan dana kelolaan reksa dana pada akhir tahun ini tidak akan setinggi tahun-tahun sebelumnya. Dia memprediksi, industri reksa dana hanya tumbuh sekitar 5-10%.

“Tentu saja pendorongnya masih berasal dari reksa dana saham dan terproteksi,” ungkapnya.‬

(Baca: Reksa Dana Saham Beri Return 22,31%)
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Mantan Bos Bursa Minta...
Mantan Bos Bursa Minta OJK Usut Tuntas Kasus Nasabah Minna Padi
Wujudkan Masyarakat...
Wujudkan Masyarakat Indonesia Merdeka Finansial, STAR Asset Management dan DANA Hadirkan Investasi Reksa Dana
Kolaborasi Perkuat Akses...
Kolaborasi Perkuat Akses Reksa Dana Global Syariah Berbasis USD
Distribusikan Reksadana...
Distribusikan Reksadana Pilihan, Principal Indonesia Gandeng Standard Chartered Indonesia
Kurang dari Tiga Tahun,...
Kurang dari Tiga Tahun, Jumlah Investor Reksa Dana Meningkat 39%
Kesalahan Investor Pemula...
Kesalahan Investor Pemula Saat Berinvestasi Reksa Dana
Berita Terkini
Impor Energidari 41...
Impor Energidari 41 Negara, India Tak Mampu Tolak Minyak Rusia:Kami Cari yang Paling Murah!
33 menit yang lalu
Bos IMF Peringatkan...
Bos IMF Peringatkan Dunia Tak Akan Pernah Normal Lagi: Bersiap Hadapi Gelombang Krisis Baru
53 menit yang lalu
Borong Penghargaan HR...
Borong Penghargaan HR Asia 2026, Pegadaian Buktikan Diri Jadi Tempat Kerja Terbaik di Asia!
9 jam yang lalu
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
10 jam yang lalu
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
10 jam yang lalu
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
10 jam yang lalu
Infografis
Krisis Kepercayaan pada...
Krisis Kepercayaan pada F-35 Dorong Eropa Kembangkan Jet Tempur Gen 6
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved