Peneliti Sebut Indonesia Sangat Mungkin Jadi Lumbung Pangan Dunia

Jum'at, 18 Oktober 2024 - 19:19 WIB
loading...
Peneliti Sebut Indonesia...
(Foto: dok Kementan)
A A A
JAKARTA - Peneliti Core Indonesia, Eliza Mardian menilai upaya Kementerian Pertanian (Kementan) dalam mewujudkan lumbung pangan dunia bisa dilakukan secara cepat. Meski demikian, kata Eliza, target tersebut harus didukung oleh banyak kementerian dan lembaga lain yang juga sama-sama memiliki akses dan daya dukung pada sektor pertanian.

"Sebetulnya tidak ada yang tidak mungkin untuk kita bisa menjadi lumbung pangan dunia. Tapi kita harus pilih strategi yang tepat. Kenapa? Karena membangun lumbung pangan itu perlu ada kesamaan visi dan juga political will dari berbagai macam kementerian lembaga," ujar Eliza dalam talk show Fokus Terkini Indonesia Lumbung Pangan Dunia, Rabu (16/10/2024).

Berikutnya, kata Eliza, membangun lumbung pangan harus diikuti dengan anggaran yang memadai. Mengenai hal ini, Eliza menyebut pentingnya peranan kementerian lain yang membidangi penambahan anggaran.

"Sekali lagi saya katakan, pertanian itu menyangkut bukan di satu kementerian saja. Tetapi harus ada soal integrasi dan harus didukung dengan dana yang memadai," katanya.

Senada dengan Eliza, Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini juga mendukung penuh upaya pemerintah dalam mewujudkan lumbung pangan dunia. Namun menurutnya, jauh sebelum mewujudkan lumbung pangan sebaiknya mencapai ketahanan pangan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dataran Tinggi Tak Lagi...
Dataran Tinggi Tak Lagi Area Pinggiran, UPLAND Jadikannya Pilar Kedaulatan Pangan
Krisis Bahan Baku Plastik,...
Krisis Bahan Baku Plastik, Pemerintah Jajaki Impor Kemasan dari Malaysia hingga Rusia
Stok Beras Indonesia...
Stok Beras Indonesia Cetak Rekor Tembus 4,3 Juta Ton, Tertinggi Sepanjang Sejarah
Ada Ancaman Godzilla...
Ada Ancaman Godzilla El Nino, Akankah Produksi Beras 2026 Aman?
Panen Raya Padi di Telang,...
Panen Raya Padi di Telang, Wamen Viva Yoga: Kawasan Transmigrasi Berkontribusi Menjadi Lumbung Pangan
Hampir 100.000 Hektare...
Hampir 100.000 Hektare Sawah Rusak Imbas Banjir Sumatera, Dana Rehabilitasi Disiapkan Rp148,53 M
Kementan Dukung Pengembangan...
Kementan Dukung Pengembangan 5.000 Indukan Ayam ALOPE UNHAS-1
Dirjenbun Kementan Pastikan...
Dirjenbun Kementan Pastikan Perlindungan dan Pemberdayaan Petani
Tinjau Teknologi Tanam...
Tinjau Teknologi Tanam PM-AAS, Presiden Prabowo Sebut Inovasi Pertanian Revolusioner
Rekomendasi
UNJ Dampingi Penguatan...
UNJ Dampingi Penguatan Kapasitas Guru PKBM Ghaisan Cendekia
Pramono Anung Janji...
Pramono Anung Janji JPO Tendean Segera Dibangun Kembali
Bea Cukai-Polri Bongkar...
Bea Cukai-Polri Bongkar Penyelundupan 3.336 Gram Narkotika di Bandara Soekarno-Hatta
Berita Terkini
Sering Kena Zonk & Trauma...
Sering Kena Zonk & Trauma Promo PHP Saat Belanja Online? Resep Ini Dijamin Bikin Happy
Purbaya Tepis Main-main...
Purbaya Tepis Main-main soal Tarik Ulur Dana SAL Rp400 Triliun di Bank BUMN
Mengulik Pemicu Fenomena...
Mengulik Pemicu Fenomena Financial Anxiety dan Lipstick Effect di Tengah Tekanan Ekonomi
BCA Perkuat Platform...
BCA Perkuat Platform Digital, Transaksi Nasabah Melalui Kanal Digital Tembus 99,8%
Koperasi Boleh Kelola...
Koperasi Boleh Kelola Tambang, Menkop Ferry: Sebaiknya Bukan Kopdes Merah Putih
Rupiah Belum Menjauh...
Rupiah Belum Menjauh dari Level Rp18.068 per USD, Intip 2 Sentimen Penyebabnya
Infografis
Jadwal Babak 32 Besar...
Jadwal Babak 32 Besar Piala Dunia 2026, Argentina Ditantang Cape Verde
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved