Rupiah Berakhir Terkoreksi ke Rp12.212/USD
Senin, 06 Oktober 2014 - 16:35 WIB
Rupiah Berakhir Terkoreksi ke Rp12.212/USD
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) hari ini berakhir terkoreksi di tengah bertahannya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di teritori positif pada akhir perdagangan.
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg hari ini pada level Rp12.212 per USD. Posisi itu terdepresiasi 34 poin dibanding penutupan Jumat (3/10/2014) di level Rp12.178 per USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka pada level Rp12.213 per USD. Adapun posisi rupiah terkuat di level Rp12.197 per USD dan terlemah di level Rp12.238 per USD.
Data Yahoofinance mencatat mata uang domestik sore ini juga ditutup pada level Rp12.212 per USD, dengan kisaran harian Rp12.180-Rp12.270 per USD. Posisi ini merosot 137 poin dibanding penutupan sebelumnya di level Rp12.075 per USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp12.212 per USD. Posisi ini melemah 68 poin dibanding posisi penutupan sebelumnya di level Rp12.144 per USD.
Data Sindonews bersumber dari Limas menunjukkan bahwa rupiah hari ini pada level 12.213 per USD. Posisi tersebut lebih buruk 157 poin dibanding akhir pekan lalu di level Rp12.066 per USD.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, laju rupiah tertekan menguatnya USD seiring sentimen positif pasca dirilisnya angka pengangguran di Amerika Serikat (AS), yang turun menjadi 5,9%.
"Hal itu semakin meningkatkan ekspektasi percepatan normasilisasi kebijakan The Fed melalui kenaikan suku bunga acuan di tahun depan," kata dia, Senin (6/10/2014).
Sementara IHSG sore ini berhasil mempertahankan posisinya di teritori hijau sejak awal perdagangan pagi tadi. IHSG menguat 50,79 poin atau 1,03% ke level 5.000,14.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp3,78 triliun dengan 3,78 miliar saham diperdagangkan dan transaksi jual asing Rp88,28 miliar. Tercatat 170 saham naik, 138 saham melemah dan 69 saham stagnan.
(Baca: Rupiah Parkir di Rp12.209/USD Siang Ini)
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg hari ini pada level Rp12.212 per USD. Posisi itu terdepresiasi 34 poin dibanding penutupan Jumat (3/10/2014) di level Rp12.178 per USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka pada level Rp12.213 per USD. Adapun posisi rupiah terkuat di level Rp12.197 per USD dan terlemah di level Rp12.238 per USD.
Data Yahoofinance mencatat mata uang domestik sore ini juga ditutup pada level Rp12.212 per USD, dengan kisaran harian Rp12.180-Rp12.270 per USD. Posisi ini merosot 137 poin dibanding penutupan sebelumnya di level Rp12.075 per USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp12.212 per USD. Posisi ini melemah 68 poin dibanding posisi penutupan sebelumnya di level Rp12.144 per USD.
Data Sindonews bersumber dari Limas menunjukkan bahwa rupiah hari ini pada level 12.213 per USD. Posisi tersebut lebih buruk 157 poin dibanding akhir pekan lalu di level Rp12.066 per USD.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, laju rupiah tertekan menguatnya USD seiring sentimen positif pasca dirilisnya angka pengangguran di Amerika Serikat (AS), yang turun menjadi 5,9%.
"Hal itu semakin meningkatkan ekspektasi percepatan normasilisasi kebijakan The Fed melalui kenaikan suku bunga acuan di tahun depan," kata dia, Senin (6/10/2014).
Sementara IHSG sore ini berhasil mempertahankan posisinya di teritori hijau sejak awal perdagangan pagi tadi. IHSG menguat 50,79 poin atau 1,03% ke level 5.000,14.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp3,78 triliun dengan 3,78 miliar saham diperdagangkan dan transaksi jual asing Rp88,28 miliar. Tercatat 170 saham naik, 138 saham melemah dan 69 saham stagnan.
(Baca: Rupiah Parkir di Rp12.209/USD Siang Ini)
(rna)