Tagihan Listrik Oktober Warga Babelan Melonjak 100%

Selasa, 07 Oktober 2014 - 19:47 WIB
Tagihan Listrik Oktober...
Tagihan Listrik Oktober Warga Babelan Melonjak 100%
A A A
BEKASI - Warga Babelan yang merupakan kawasan pinggiran kabupaten Bekasi, terkaget-kaget bahkan hampir jantungan, menerima tagihan listrik bulan Oktober yang melonjak 50% bahkan di atas 100%.

Warga pun berbondong-bondong ke kantor PLN Babelan, Jl raya babelan, no 2, desa Kebalen menanyakan kenapa pembayaran melonjak di luar perkiraan pasca kenaikan tarif listrik. Dari 50-an pelanggan yang mengadu ke loket keberatan, hampir semuanya menanyakan tingginya tagihan bulan Oktober.

"Saya sih udah tahu tarif untuk golongan R1 1300 naik, tapi kok hampir 100%? Saya biasanya bayar Rp200 ribu, nah sekarang Rp400 ribu," kata Ibu Rita warga kampung pisangan, Babelan, Selasa (7/10/2014).

Yang lebih gila lagi, tagihan Arief, warga Villa Gading Harapan, yang pada tagihan September sebesar Rp224 ribu, melonjak menjadi Rp1.952.259 pada Oktober 2014.

"Aneh petugas pencatat meter tidak pernah datang dalam kurun 5 bulan terakhir, nah baru akhir September nongol, tiba-tiba tagihan saya melonjak di atas 100% ini mah," kata Arief di kantor PLN Babelan, Selasa (7/10/2014).

Berdasarkan print informasi tagihan listrik yang didapat dari petugas bagian pengaduan PLN Babelan tercatat St meter akhir LWBP Rp12.147.000. Sementara biaya pemakaian mencapai Rp1.888.572 ditambah PTL 3% menjadi Rp1.952.259.

Sementara ketika ditanyakan membengkaknya tagihan per Oktober 2014, petugas pengaduan hanya memberikan solusi bahwa pembayaran bisa di cicil dan cicilan harus dibayar di loket yang bekerja sama dengan PLN setempat. "Silahkan anda mencicil, cuma itu yang bisa kami bantu," kata sang petugas.

Ketika dikonfirmasi, Kahumas PT PLN Bambang Dwiyanto menyayangkan minimnya penjelasan dari petugas kepada masyarakat. Menurut Bambang, ada perhitungan-perhitungan yang secara matematis tidak diterima oleh masyarakat.

"Harusnya untuk menghindari kesalahan penghitungan masyarakat cepat beralih ke token, tapi sebisa mungkin kami (humas) membantu apapun keluhan dari pelanggan/masyarakat," kata Bambang.

Lagi-lagi masyarakat atau pelanggan hanya bisa pasrah, marah-marah kepada petugas, atau yang lebih keren mengadu ke YLKI. Atau mungkin ini cara PT PLN mengurangi petugas lapangan yang dibayar secara outsourcing sehingga masyarakat beralih ke token.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Alasan PLN Matikan Listrik...
Alasan PLN Matikan Listrik Pelanggan saat Hujan Deras
Viral, Tiang Listrik...
Viral, Tiang Listrik Berdiri di Tanah Warga, Mau Dipindah PLN Minta Rp12,6 Juta
Kompor Induksi Buat...
Kompor Induksi Buat Hidup Jadi Lebih Praktis, Nyaman dan Hemat
Ratusan KK di Kabupten...
Ratusan KK di Kabupten Muara Enim Hidup Tanpa Listrik
Tarif Listrik PLN Awal...
Tarif Listrik PLN Awal Agustus 2025
Ini Kriteria Penerima...
Ini Kriteria Penerima Diskon 50% Tarif Listrik di Awal 2025
Berita Terkini
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
8 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
8 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
8 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
9 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
9 jam yang lalu
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
9 jam yang lalu
Infografis
Daftar 21 Pangdam se-Indonesia...
Daftar 21 Pangdam se-Indonesia usai Mutasi TNI Oktober 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved