Nonton Bioskop dan Parfum Masuk Komponen KHL

Kamis, 09 Oktober 2014 - 02:10 WIB
Nonton Bioskop dan Parfum...
Nonton Bioskop dan Parfum Masuk Komponen KHL
A A A
JAKARTA - Anggota Dewan Pengupahan DKI Jakarta Sarman Simanjorang mengaku pusing dengan permintaan buruh yang meminta kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) sampai 30%. Pasalnya komponen Kebutuhan Hidup Layak (KHL) dimasukkan biaya nonton bioskop sampai parfum.

"Biaya nonton bioskop dan Parfum juga masuk, lama-lama cukur rambut juga masuk KHL," ujar Sarman di gedung Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu (8/10/2014).

Sesuai aturan Dewan Pengupahan Provinsi, jumlah KHL yang dimasukan ada 60 KHL. Sedangkan pihak serikat pekerja meminta dimasukan 84 KHL. "84 KHL itu sudah terlalu banyak," ungkap Sarman.

Sarman menambahkan, 60 KHL saat ini juga masih memiliki banyak masalah. Pasalnya dari 60 komponen tersebut masih ada persamaan. "60 KHL masih banyak yang sama, ada yang minta kompor gas dan rice cooker, apa bedanya," jelas Sarman.

Sementara itu Dewan pengupahan DKI meminta Gubernur DKI Jakarta lebih bijak menetapkan rekomendasi dari dewan pengupahan mengenai UMP yang akan diputuskan 1 november 2014.

Sarman menjelaskan, dewan pengupahan DKI dan dewan pengupahan penyangga pada 14 oktober mendatang raker untuk menyamakan persepsi dalam penentuan UMP.

"Kami (dewan pengupahan) baru mengusulkan kenaikan UMP per 1 November mendatang di kisaran 10-11% dari 2,4 juta pada tahun 2013 lalu," kata Sarman yang juga Ketua Umum Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (Hippi).

Namun Sarman meminta mengenai penetapan KHL yang nantinya mengerucut kepada UMP, tidak dikait-kaitkan dengan rencana kenaikan BBM subsidi pada saat pemerintahan baru Jokowi-JK, mengingat besaran kenaikan hingga saat ini masih simpang siur.

"Tolong masalah UMP jangan dilihat dari kepentingan buruh-pengusaha saja, tapi mari kita pikirkan juga saudara-suadara kita yang masih menganggur, ada 17 juta lho," ungkap Sarman.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pengusaha Ancam Potong...
Pengusaha Ancam Potong Gaji Buruh, Jika Gubernur Naikkan UMP
Ini 6 Negara dengan...
Ini 6 Negara dengan Gaji Buruh Tertinggi di Dunia
BPS: Upah Nominal Buruh...
BPS: Upah Nominal Buruh Tani Meningkat 0,15%
Buruh Minta UMP 2022...
Buruh Minta UMP 2022 Naik 10%, KSPI Beberkan Alasannya
Sempat Alot, Upah Buruh...
Sempat Alot, Upah Buruh di Karawang Diusulkan Naik Jadi Rp5.797.000
Buruh Jawa Barat Tuntut...
Buruh Jawa Barat Tuntut Kenaikan Upah 8% pada 2021
Berita Terkini
Danantara Janji Ajak...
Danantara Janji Ajak Diskusi Pengusaha Tentukan Acuan Harga Komoditas yang Dibeli PT DSI
1 jam yang lalu
Rupiah Sentuh Rp17.883...
Rupiah Sentuh Rp17.883 per Dolar AS, Menkeu Purbaya: Belum Hambat Aktivitas Ekonomi
2 jam yang lalu
Harga Avtur Domestik...
Harga Avtur Domestik Turun hingga 10 Persen Mulai 1 Juni 2026, Kabar Baik buat Industri Penerbangan
2 jam yang lalu
Harga BBM Pertamax Turbo...
Harga BBM Pertamax Turbo Naik per 1 Juni 2026, Dexlite dan Dex Turun
3 jam yang lalu
Hasilkan Riset Berkelanjutan,...
Hasilkan Riset Berkelanjutan, Kayla Raih Pendanaan Global Youth Action Fund
13 jam yang lalu
Potensi Tambahan Penerimaan...
Potensi Tambahan Penerimaan Negara dari DSI Masih Dihitung, Purbaya: Belum Ketemu Angkanya
13 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved