Harga Minyak WTI Perpanjang Koreksi

Jum'at, 10 Oktober 2014 - 09:55 WIB
Harga Minyak WTI Perpanjang...
Harga Minyak WTI Perpanjang Koreksi
A A A
MELBOURNE - Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) memperpanjang koreksi menuju pasar bearish di tengah spekulasi bahwa meningkatnya suplai minyak melebihi permintaan. Sementara minyak brent menuju penurunan mingguan ketiga di London.

Kontrak berjangka (futures) turun sebanyak 1,6% di New York dan siap untuk penurunan mingguan terbesar sejak Januari 2014. Melonjaknya gas shale mendorong produksi di Amerika Serikat (AS) pada bulan September ke level tertinggi sejak 1986.

Sementara produksi Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) mencapai level tertinggi dalam 13 bulan. Arab Saudi menurunkan harga untuk ekspor November ke Asia ke harga terendah dalam enam tahun terakhir karena Dana Moneter Internasional (IMF) memangkas perkiraan pertumbuhan global.

"Kami melihat ke dalam fase kapitulasi di pasar minyak, di mana investor menerimanya seperti realitas overhang pasokan. Pemicunya adalah berita bahwa Arab Saudi memangkas harga minyak," kata analis utama di CMC Markets Ric Spooner seperti dilansir dari Bloomberg, Jumat (10/101/2014).

WTI di New York Mercantile Exchange untuk pengiriman November turun sebanyak USD1,41 ke USD84,36 per barel dan berada di USD84,87 pada pukul 12.31 siang waktu Sydney. Kontrak turun USD1,54 menjadi USD85,77, kemarin dan menjadi penutupan terendah sejak Desember 2012.

Harga minyak WTI telah turun 5,4% sepanjang pekan ini, lebih dari 20% di bawah kenaikan tertingggi baru-baru ini. Semua volume berjangka yang diperdagangkan hampir dua kali lipat rata-rata 100 hari.

Sementara minyak brent di ICE Futures Europe Exchange, London untuk pengiriman November turun sebanyak USD1,14 atau 1,3% menjadi USD88,91 per barel. Premi minyak mentah patokan Eropa ini terhadap WTI di bear market diperdagangkan sebesar USD4,39, melonjak dibanding akhir pekan lalu sebesar USD2,57.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Tumbuh 173%, Komoditas...
Tumbuh 173%, Komoditas Minyak Mentah Jadi Primadona di 2021
Berita Terkini
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
2 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
8 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
8 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
9 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
10 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
10 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved