Inflasi Malaysia 2015 Diperkirakan 4-5%
Jum'at, 10 Oktober 2014 - 17:46 WIB
Inflasi Malaysia 2015 Diperkirakan 4-5%
A
A
A
KUALA LUMPUR - Malaysia memperkirakan inflasi 2015 akan meningkat 4%-5%. Kenaikan ini sebagian besar disebabkan oleh Pajak Barang dan Jasa (GST) dan efek dari pengurangan subsidi bahan bakar.
Seperti dikutip dari The Star, Jumat (10/10/2014), hal itu dikarenakan adanya tekanan biaya eksternal melemah, biaya domestik tetap menjadi faktor utama yang akan mendorong inflasi 2015.
GST akan berdampak sementara pada biaya barang dan jasa, tetapi ekspansi kapasitas yang kuat selama beberapa tahun terakhir akan membantu untuk mengurangi tekanan biaya.
Konsumen diharapkan berhati-hati tentang pengeluaran mereka setelah Oktober terjadi pengurangan subsidi BBM dan GST dan ini juga akan memberikan kontribusi untuk moderat permintaan dan mencegah inflasi.
Sementara, GST akan berdampak sementara pada permintaan domestik. Ini bisa diimbangi oleh pendapatan ekspor yang tinggi dan peningkatan upah juga memiliki efek positif pada investasi swasta dan konsumsi.
Konsumsi swasta diperkirakan akan tumbuh lebih lambat dari 5,6% ke 6,5% pada 2014, yang berada di bawah rata-rata jangka panjang.
Seperti dikutip dari The Star, Jumat (10/10/2014), hal itu dikarenakan adanya tekanan biaya eksternal melemah, biaya domestik tetap menjadi faktor utama yang akan mendorong inflasi 2015.
GST akan berdampak sementara pada biaya barang dan jasa, tetapi ekspansi kapasitas yang kuat selama beberapa tahun terakhir akan membantu untuk mengurangi tekanan biaya.
Konsumen diharapkan berhati-hati tentang pengeluaran mereka setelah Oktober terjadi pengurangan subsidi BBM dan GST dan ini juga akan memberikan kontribusi untuk moderat permintaan dan mencegah inflasi.
Sementara, GST akan berdampak sementara pada permintaan domestik. Ini bisa diimbangi oleh pendapatan ekspor yang tinggi dan peningkatan upah juga memiliki efek positif pada investasi swasta dan konsumsi.
Konsumsi swasta diperkirakan akan tumbuh lebih lambat dari 5,6% ke 6,5% pada 2014, yang berada di bawah rata-rata jangka panjang.
(izz)
Lihat Juga :