Mantan Ketua KPK Dicalonkan Jadi Komut Bank BJB

Jum'at, 17 Oktober 2014 - 16:30 WIB
Mantan Ketua KPK Dicalonkan...
Mantan Ketua KPK Dicalonkan Jadi Komut Bank BJB
A A A
JAKARTA - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengungkapkan, pihaknya mencalonkan mantan ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Taufiequrachman Ruki untuk mengisi jabatan komisaris utama (komut) di PT Bank Pembangunan Daerah Jabar Banten Tbk (Bank BJB).

Menurut dia, tujuan pencalonan mantan ketua KPK tersebut adalah sebagai bentuk keseriusan pihaknya selaku pemegang saham pengendali untuk melakukan perbaikan di internal Bank BJB agar semakin meningkatkan penerapan good corporate governance (GCG) dan semakin bersaing sebagai bank nasional.

“Saya sudah minta, pokoknya Bank BJB harus diperbaiki ke depan. Dia akan terlibat secara penuh, dan pak Taufieq bilang siap. Kami ingin calon komisaris utama yang kuat, tegas yang bisa mengendalikan BJB, punya integritas. Kita sudah assessment, sekarang sedang fit and proper test di OJK. Dia akan dijadikan komisaris utama BJB,” jelas Heriawan dalam rilisnya, Jum'at (17/10/2014).

Dia mengaku, sangat sulit mencari sosok yang punya ketegasan seperti Taufiequrachman Ruki, dan dirinya mempercayai integritas dan kapabilitasnya untuk menjalankan fungsi supervisi terhadap kinerja manajemen Bank BJB.

“Ini jadi pertanda bahwa kita betul-betul ingin memperbaiki BJB dari dalam. Mudah-mudahan ketegasan Taufiequrachman Ruki bisa diikuti oleh ketegasan para direksi,” katanya.

Heryawan menegaskan, pemilihan komisaris yang berasal dari KPK tersebut merupakan bentuk keseriusannya untuk mendorong Bank BJB semakin bisa bersaing dengan bank-bank BUMN dan bank nasional lainnya.

Akan tetapi, pihaknya mengimbau agar mitra-mitra bisnis Bank BJB tidak perlu khawatir karena hal ini akan menjadi momentum untuk membawa Bank BJB ke arah yang lebih lagi.

Heryawan menyatakan pihaknya telah menempuh prosedur yang ketat dan adil guna menghasilkan calon-calon direksi yang memiliki kapabilitas untuk menjalani fit and proper test oleh OJK.

Dia menjelaskan, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Bank BJB, pihaknya ingin membuat reformasi dengan melengkapi jajaran direksi dengan wajah-wajah muda dan profesional, di antaranya dengan melakukan pengujian oleh tim dari Universitas Indonesia.

Apabila direksi yang professional tersebut sudah lengkap, Heryawan mengharapkan mereka untuk bisa betul-betul mereformasi sumber daya manusia (SDM) di internal Bank BJB.

“Kemampuan yang tidak terlalu bagus diperbaiki lewat pelatihan-pelatihan berjenjang bagaimana seharusnya seorang bankir. Sehebat apa sih BJB di mata bank lain? Ada tidak SDM BJB yang ditawar bank lain? Kalau belum, berarti BJB masih biasa-biasa saja. Tapi kalau SDM-nya sudah diperebutkan bank lain, itu artinya hebat,” kata Heryawan.

Dia menjelaskan, sebagian besar direksi berasal dari dalam karena pihaknya menghormati SDM berprestasi dari internal Bank BJB, dan beberapa orang dari luar.

Dia menambahkan, posisinya sebagai pemegang saham pengendali tidak bisa memaksakan pengangkatan direksi tanpa pengujian oleh OJK. Pihaknya mengusulkan agar proses seleksi OJK bisa dilakukan sesegera mungkin.

”Saya katakan, bisa nggak kalau sesudah fit and proper test, izin RUPSLB segera keluar? Supaya cepat agar segera mengangkat mereka. Misalnya, izin biasanya 30 hari, bisa tidak 15 hari, OJK bilang akan mengusahakan. Itu pertemuan dengan OJK resmi, tidak ada yang sembunyi-sembunyi,” katanya.

Berkenaan dengan dampak kekosongan direksi dalam beberapa bulan terakhir, Heryawan mengakui bahwa kinerja Bank BJB tidak terlalu ekspansif. Dia menegaskan bahwa Bank BJB sebagai bank nasional sudah settle, sehingga setelah jajaran direksi dilengkapi, kinerja perusahaan akan lebih baik.

“Kalau NPL tinggi tentu kita harus mencari direksi yang jagoan di mikro, NPL banyaknya di mikro. Kredit mikro itu permintaan kita, karena dulu BJB tidak bermain di mikro. Kalau tidak bermain di segmen itu berarti tidak berpihak pada rakyat. Oleh karena itu, kita segera merekrut direksi yang profesional untuk mengurus bisnis kredit mikro, supaya menguntungkan,” tuturnya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
bank bjb Catat Laba...
bank bjb Catat Laba Rp2,6 Triliun, Siap Hadapi Tahun 2022 dengan Optimisme
Pembobol Dana Nasahah...
Pembobol Dana Nasahah Bank BJB Ditangkap
Bank bjb Catat Peningkatan...
Bank bjb Catat Peningkatan Transaksi Digital
BJB Tingkatkan Layanan...
BJB Tingkatkan Layanan di Tengah Pandemi Covid-19
RUPSLB Bank BJB Dorong...
RUPSLB Bank BJB Dorong Pertumbuhan Kredit di Segmen Komersial dan UMKM
Bank bjb Catat Laba...
Bank bjb Catat Laba Bersih Rp418 Miliar di Kuartal I 2020
Berita Terkini
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
16 menit yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
41 menit yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
50 menit yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
1 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
1 jam yang lalu
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
1 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved