Disebut Jadi Menhub, Ini Jawaban Jonan
Sabtu, 18 Oktober 2014 - 15:19 WIB
Disebut Jadi Menhub, Ini Jawaban Jonan
A
A
A
JAKARTA - Nama Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Ignasius Jonan, belakangan ini sering muncul ke permukaan karena disebut-sebut akan mengisi kursi Menteri Perhubungan (Menhub) RI di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla.
Saat ditanyakan mengenai kabar tersebut, Jonan menanggapinya dengan tersenyum.
"Temen-temen wartawan ini kepo (ingin tahu) banget sih, istri saya saja nggak tahu. Saya nggak mau jawab soal itu," kata Jonan, usai acara peluncuran KA Jayabaya di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Sabtu (18/10/2014).
Kendati demikian, akhirnya Jonan angkat bicara terkait kabar tersebut. Jika kabar tersebut benar, menurut Jonan, dia akan mengikuti keputusan pemerintah baru di bawah pimpinan Presiden Joko Widodo yang akan dilantik pada 20 Oktober 2014.
"Sekarang kan tepatnya tanggal 20 Oktober nanti, bos paling tinggi saya Pak Jokowi, ya harus nurut beliau," ungkap Jonan.
Jonan menambahkan, dirinya tidak bisa menolak perintah orang nomor satu di Indonesia jika diserahi pos perhubungan. Pasalnya, saat ini dia bertugas di dilingkungan pemerintahan.
"Ya kalau memang ditugaskan, ya jalan saja. Ini kan saya jalan di struktur pemerintah. Kalau saya kerja di swasta bisa nolak, kalau di pemerintah nggak bisa nolak," pungkasnya.
Saat ditanyakan mengenai kabar tersebut, Jonan menanggapinya dengan tersenyum.
"Temen-temen wartawan ini kepo (ingin tahu) banget sih, istri saya saja nggak tahu. Saya nggak mau jawab soal itu," kata Jonan, usai acara peluncuran KA Jayabaya di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Sabtu (18/10/2014).
Kendati demikian, akhirnya Jonan angkat bicara terkait kabar tersebut. Jika kabar tersebut benar, menurut Jonan, dia akan mengikuti keputusan pemerintah baru di bawah pimpinan Presiden Joko Widodo yang akan dilantik pada 20 Oktober 2014.
"Sekarang kan tepatnya tanggal 20 Oktober nanti, bos paling tinggi saya Pak Jokowi, ya harus nurut beliau," ungkap Jonan.
Jonan menambahkan, dirinya tidak bisa menolak perintah orang nomor satu di Indonesia jika diserahi pos perhubungan. Pasalnya, saat ini dia bertugas di dilingkungan pemerintahan.
"Ya kalau memang ditugaskan, ya jalan saja. Ini kan saya jalan di struktur pemerintah. Kalau saya kerja di swasta bisa nolak, kalau di pemerintah nggak bisa nolak," pungkasnya.
(rna)
Lihat Juga :