Beberapa Hal yang Pengaruhi Pergerakan Rupiah

Kamis, 23 Oktober 2014 - 14:01 WIB
Beberapa Hal yang Pengaruhi...
Beberapa Hal yang Pengaruhi Pergerakan Rupiah
A A A
JAKARTA - Chief Ekonom Bank Mandiri, Destry Damayanti mengatakan, rupiah sebenarnya kalau dilihat pergerakannya disebabkan karena beberapa hal.

"Pertama, dipengaruhi karena pergerakan global. Dari global kita tahu bahwa ada tekanan di Amerika, tekanan suku bunga yang akan naik dalam 2015 besok, apakah di awal semester atau di tengah semester. Tapi itu akan merubah pola pergerakan market global. Dan Indonesia merupakan salah satu negara yang terbuka sehingga kita banyak dapat arus dana asing, khususnya di portofolio. Itu pasti akan merasakan ada sedikit impact. Biasanya itu yang langsung tercermin ke rupiahnya," ungkapnya di Jakarta, Kamis (23/10/2014).

Destry juga mengatakan, hal tersebut juga sejalan dengan mata uang USD yang sedang mengalami penguatan terhadap beberapa major currency yang lain. Jadi bukan hanya rupiah saja yang mengalami tekanan, tapi juga regional currency.

"Kedua, kalau kita lihat memang ini lebih fundamental juga. Jadi kita lihat belakangan utang luar negeri swasta naiknya cepat sekali khususnya periode 2011-2013, dan kita tau bahwa utang luar negeri mereka ini jangka pendek, sehingga rentan waktunya 1-3 tahun. Sehingga mostly di 1-2 tahun. Ini kita bayangkan kalau mereka ambil di 2012 kemarin, tentunya di tahun ini atau tahun-tahun mendatang akan lebih banyak jatuh tempo. Jadi artinya, memang ada permintaan dolar rill yang tinggi, yang akhirnya menekan rupiah," jelas dia.

Ketiga, ungkap dia, suplai mata uang USD yang semakin terbatas karena ekspor makin melemah. Faktor kedua dan ketiga tersebut lebih fundamental.

"Nah, yang terakhir itu lebih kepada masalah non fundamental. Yaitu politik. Sekarang, satu persatu mulai clear, mulai kebaca. Kita harapkan kedepan political great lock antara satu kubu dengan kubu lain mudah-mudahan bisa lebih smooth dan tercapai konsolidasinya. Tapi sekarang marker lagi nunggu ini tim kabinetnya seperti apa," ujarnya.

Jadi, lanjut dia, hal-hal yang sifatnya non politik ini jadi lebih banyak mempengaruhi pergerakan rupiah belakangan ini. Kondisi ini kedepannya sepertinya juga memang agak berat dan sulit untuk rupiah pergerakannya mau ke berapa.

"Tap paling enggak, dengan kondisi seperti ini juga memang sulit buat rupiah balik ke level awal, kalau bicara level fundamental ya. Karena kalau di level fundamental, kita percaya kalau rupiah masih berada di level 11.500-an. Cuma mungkin dalam waktu dekat akan agak sulit untuk mencapai level itu," tandasnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
10 menit yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
1 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
3 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
3 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
3 jam yang lalu
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Dorong Pensiunan Tetap Produktif dan Sejahtera
3 jam yang lalu
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved