Industri Baja Dunia Masih Kelebihan Pasokan

Selasa, 28 Oktober 2014 - 12:20 WIB
Industri Baja Dunia...
Industri Baja Dunia Masih Kelebihan Pasokan
A A A
JAKARTA - Industri baja global sepanjang 2014 masih diwarnai kondisi kelebihan pasokan (oversupply) seiring masih lambatnya pertumbuhan ekonomi dunia dan China.

Kondisi ini membuat banyak produsen, terutama dari China, menjual jauh lebih murah produk bajanya ke berbagai negara yang konsumsi baja domestiknya masih bagus. Direktur Eksekutif Indonesia Iron & Steel Industry Association (IISIA) Hidajat Triseputro mengatakan, hingga kuartal III/2014 industri baja dunia masih mengalami overcapacity. Kondisi ini dipastikan masih berlanjut hingga akhir tahun ini mengingat siklus perekonomian biasanya menjelang tutup tahun mulai mengurangi aktivitas guna menyambut suasana liburan dan musim dingin.

“Kondisi overcapacity masih terjadi di industri baja global,” kata dia dalam keterangan tertulisnya kemarin. Michael Elliot, global mining and metals leader Ernst & Young Australia, menambahkan, ekses kapasitas produksi masih menjadi ancaman bagi sektor baja dunia. Meski kapasitas beberapa pabrik diperkirakan tidak beroperasi, beberapa produsen baja masih mengumumkan rencana penambahan kapasitas pabriknya hingga 2020.

Guna mengatasi oversupply dari penambahan kapasitas dari investasi baru tersebut, Elliot memprakirakan sekitar 300 juta ton kapasitas pabrik harus ditutup agar margin industri baja bisa mencapai level sustainable dan meningkatkan utilisasi kapasitas secara global. Sementara itu, Chief Executive Officer Mechel Rusia, salah satu produsen baja terbesar di dunia, Oleg Korzhov, mengatakan, pihaknya melakukan tiga langkah guna mengatasi kondisi sulit dan kelebihan kapasitas (overcapacity ) baja dunia saat ini. Pertama, menghentikan fasilitas produksi yang tidak efisien.

Kedua, fokus terhadap aktivitas investasi produk-produk yang paling efisien yakni coking coal dan produk-produk yang memberikan keuntungan tinggi maupun baja bernilai tambah tinggi. Ketiga, mereorganisasikan ulang sistem pemasaran untuk mendapatkan akses langsung ke pembeli akhir dengan mengembangkan jaringan pemasaran sehingga tidak harus membagi keuntungan ke pedagang.

Hermansah
(ars)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Trump Berlakukan Tarif...
Trump Berlakukan Tarif Impor Baru secara Global, Indonesia Kena 10%
11 menit yang lalu
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, Jasa Raharja Ajak Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan
8 jam yang lalu
Gonjang-ganjing Sektor...
Gonjang-ganjing Sektor Energi, Singapura Rombak Kabinet Besar-besaran
9 jam yang lalu
Di Balik Penghargaan...
Di Balik Penghargaan CCEPC Indonesia, Gao Hai Komitmen Bangun Kemitraan Jangka Panjang
9 jam yang lalu
Pertamina Trans Kontinental...
Pertamina Trans Kontinental Ajak Siswa Lestarikan Ekosistem Laut
9 jam yang lalu
PLN EPI Tawarkan Kontrak...
PLN EPI Tawarkan Kontrak hingga 5 Tahun untuk Pemasok Biomassa
10 jam yang lalu
Infografis
Slavko Vincic, Wasit...
Slavko Vincic, Wasit Final Piala Dunia 2026 yang Pelit Kartu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved