Nilai Ekspor Ikan Tuna 2014 Stagnan

Kamis, 30 Oktober 2014 - 02:02 WIB
Nilai Ekspor Ikan Tuna...
Nilai Ekspor Ikan Tuna 2014 Stagnan
A A A
NUSA DUA - Nilai ekspor ikan tuna dari Januari hingga Juli 2014 stagnan bila dibandingkan dengan tahun 2013. Saat ini nilai ekspor tuna dari Januari hingga Juli 2014 mencapai USD350 juta, ada peningkatan tipis bila dibandingkan dengan periode yang sama 2013 yang naik 1,7%.

Direktur Pemasaran Luar Negeri, Kementrian Kelautan dan Perikanan, Artati Widiarti mengatakan, kenaikan nilai ekspor hanya naik sedikit, tidak beda jauh dengan tahun 2013. Tipisnya nilai ekspor bisa disebabkan berbagai faktor bisa jadi dari segi volume kecil tapi dari segi nilai besar.

"Target ekspor ikan tuna selama tahun 2014 ini mencapai USD 800 juta, mudah-mudahan target tahun ini bisa tercapai, sebab pasar Rusia saat ini sudah dibuka," terangnya, di Nusa Dua, Badung, Rabu (29/10/2014).

Lanjutnya, permintaan ikan naik biasanya ada pada bulan bulan Septermber hingga Desember, dan dibukanya pasar Rusia akan menambah peluang Indonesia untuk mengekpor ikan kaleng. Saat ini ikan tuna paling banyak di ekspor ke Jepang, Eropa dan Amerika.

"Kalau produk sasimi paling banyak kita ekspor ke Jepang, sementara non sasimi seperti steak, loin, itu paling banyak permintaan ke Eropa dan Amerika. Setiap negara permintaan bentuk ikanya berbeda-beda," ujarnya.

Dia menambahkan, seperti di Thailand, negeri gajah itu paling banyak meminta ikan tuna gelondongan atau ikan tuna yang belum diolah. "Kami berharap tidak mengirimkan ikan gelondongan lagi ke Thailand supaya nilai tambahnya bisa tinggi," ujarnya.

Dari segi produksi Indonesia jauh lebih tinggi dibandingkan dengan Thailand, tapi dari segi pengolahan ikan, Indonesia masih tertinggal.

"Untuk itu saat ini kita terus mendorong para pengusaha untuk bisa mengolah ikan-ikan ini, supaya nilai jualnya lebih tinggi," paparnya.

Diakui Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Kementrian Kelautan dan Perikanan, Saut P Hutagalung menjelaskan, bahwa saat ini Indonesia diurutan kedua yang paling banyak mengekpor ikan tuna.

"Ikan tuna yang diekpor ini produksi sendiri, berbeda dengan China dimana mereka bisa menangkap dimana-mana," jelasnya.

Ekspor ikan paling tinggi masih dikuasai oleh udang, tuna, rumput laut, disusul ikan-ikan lainnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kementerian Kelautan...
Kementerian Kelautan dan Perikanan Berhentikan Dirjen Perikanan Tangkap
Menteri Kelautan dan...
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo Ditangkap KPK
RI Rangking 4 Eksportir...
RI Rangking 4 Eksportir Perikanan ke China, Atdag: Aturan Rumit
Meski Ada Pandemi, Nilai...
Meski Ada Pandemi, Nilai Ekspor Perikanan Meningkat Jadi USD1,24 Miliar
Menteri Edhy Bertekad...
Menteri Edhy Bertekad Hidupkan Bitung Jadi Kawasan Ekonomi Khusus Perikanan
Menteri Edhy: Pantai...
Menteri Edhy: Pantai Selatan Jawa Berpotensi Jadi Sentra Budidaya Udang
Berita Terkini
Rupiah Hampir Tembus...
Rupiah Hampir Tembus Rp18.000, Kapan Purbaya Pencet Alarm Darurat?
1 jam yang lalu
Purbaya Ungkap Fakta...
Purbaya Ungkap Fakta Mengejutkan soal Penangkapan Kepala BGN, Apa Itu?
4 jam yang lalu
Perluas Jangkauan Layanan...
Perluas Jangkauan Layanan TIC, Sucofindo Resmikan Kantor Pemasaran di Aceh
4 jam yang lalu
UI dan Binus Adu Inovasi...
UI dan Binus Adu Inovasi Kembangkan Desa Wisata Tomohon, Siapa Terpilih?
4 jam yang lalu
Modernland Realty Dorong...
Modernland Realty Dorong Pertumbuhan Bisnis Berbasis Keberlanjutan
4 jam yang lalu
Dari Banten untuk Indonesia:...
Dari Banten untuk Indonesia: Krakatau Steel dan Hebei Perkuat Ekosistem Baja Nasional
4 jam yang lalu
Infografis
Jakarta Gencar Bersih-bersih...
Jakarta Gencar Bersih-bersih Ikan Sapu-sapu, Ini Alasannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved