MNCN Persiapkan SINDO TV

Jum'at, 31 Oktober 2014 - 11:16 WIB
MNCN Persiapkan SINDO...
MNCN Persiapkan SINDO TV
A A A
JAKARTA - PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) tengah mempersiapkan stasiun televisi swasta berjaringan SINDO TV untuk memperkuat bisnis perseroan di masa depan.

MNCN menargetkan peluncuran SINDO TV bisa dilakukan segera. “Akan di-launch bulan depan televisi jaringan SINDO TV,” ujar Direktur MNCN Faisal Dharma Setiawan seusai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), di Jakarta, kemarin. Keberadaan TV jaringan ini diyakini mendukung kinerja perseroandimasadepan. Saat inimanajemen akan memperkuat dulu fondasi televisi jaringan ini.

SINDO TV telah memiliki 40 hingga 44 jaringan di seluruh Indonesia, merupakan televisi nasional dengan konsep lokal berjaringan yang menayangkan program- program referensi, memberikan informasi dan inspirasi yang kaya akan ragam konten lokal, nasional maupun internasional. Keberadaan jaringan televisi ini dinilai bisa meningkatkan potensi daerah dengan menyajikan informasi dan hiburan lokal yang lengkap dan beragam. Tahun depan MNCN juga tetap fokus untuk memperkuat bisnis yang sedang dijalani, termasuk memperkuat tiga stasiun televisi free to air(FTA) yang dikelola perseroan, yakni RCTI, Global TV dan MNCTV.

Sementara, RUPSLB yang mengagendakan perubahan pengurus kemarin menyetujui mengangkat sejumlah direksi baru, yakni Faisal Dharma Setiawan, Ella Kartika, Gwenarty Setiadi, dan Charlie Kasim sebagai direktur independen. “Kami telah mengangkat tiga direktur dan satu direktur perseroan yang akan menjalankan bisnis perseroan ke depan,” ujar Komisaris Utama MNCN Rosano Barack. Rosano menjelaskan, susunan kepengurusan ini akan berlaku hingga ada lagi perubahan pergantian susunan direksi dan komisaris yang baru. Sebelum diangkat sebagai Direktur MNCN, Ella Kartika merupakan Direktur Global TV.

Sementara, Faisal Dharma Setiawan adalah Direktur di Bank CIMB Niaga dan Gwenarty Setiadi sebagai Direktur di PT MNC Sky Vision Tbk (MSKY). Sedangkan, Charlie Kasim adalah Direktur Keuangan di PT Visi Media Asia Tbk (VIVA). Terkait prospek perusahaan, analis Mandiri Sekuritas Rizky Hidayat dalam risetnya menyebutkan, sektor media ditransaksikan dengan valuasi rasio harga saham per laba (PE ratio) 2014–2015 sebesar 22,8x–18,2x.

“Saat ini kami memilih MNCN yang memiliki rekomendasi buy dan target price Rp3.800 dengan potensi kenaikan dari SINDO TV dan MNC Channels,” paparnya. Dia menjelaskan, Tarif iklan primeti meter mahal di Indonesia adalah USD6.000 per selot di RCTI milik MNCN. Nilai itu masih lebih murah 40% dari negara tetangga seperti Thailand dan Filipina.

Hermansah
(ars)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
40 menit yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
46 menit yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
1 jam yang lalu
Pjs Dirut BEI Sebut...
Pjs Dirut BEI Sebut Fundamental Pasar Saham RI Masih Bagus, Ini Buktinya
1 jam yang lalu
Pupuk Kaltim Dorong...
Pupuk Kaltim Dorong Kemandirian Ekonomi Lewat Beragam Program TJSL
2 jam yang lalu
Penjelasan BEI soal...
Penjelasan BEI soal MSCI Turunkan Kasta Pasar Modal RI ke Frontier Market
2 jam yang lalu
Infografis
18 TV Kabel Setop Layanan...
18 TV Kabel Setop Layanan di Indonesia, Ini Daftarnya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved