PLN Gaet Swasta Bangun Pembangkit Listrik 35 Ribu MW
Senin, 03 November 2014 - 11:08 WIB
PLN Gaet Swasta Bangun Pembangkit Listrik 35 Ribu MW
A
A
A
JAKARTA - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menegaskan, akan menggandeng swasta untuk membangun pembangkit listrik berkapasitas 35 ribu megawatt (mw).
Dari total tersebut, PLN sendiri akan membangun pembangkit listrik berkapasitas 15 ribu mw, dan sisanya swasta.
Pasalnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan instruksi untuk membangun pembangkit listri 35.000 mw untuk mencukupi kebutuhan listrik nasional.
Direktur PT PLN Nur Pamudji mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan listrik, perseroan tidak bisa sendirian. Karena itu, pihaknya akan bekerja sama dengan swasta.
"Kira-kira nanti 20 ribu mw itu swasta, 15 ribu mw PLN, itu kira-kira yaa. Tapi masih bisa berubah, kira-kira seperti itu," ujarnya di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (3/11/2014).
Dia memperkirakan, investasi untuk membangun 15 ribu mw pembangkit listrik, diperkirakan USD1,5 juta per 1 mw yang dikeluarkan perseroan.
"Ya ambil saja kira-kira satu setengah juta dolar per megawatt-nya enggak cukup aman. Kalau transmisi lokasinya ketemu di mana, lokasi pembangkitnya nanti ditemukan," kata dia.
Sementara, Nur juga menjelaskan krisis listrik yang terjadi di wilayah Sumatera Utara (Sumut), bukan dikarenakan PLTU Pangkalan susu yang belum beroperasi. Melainkan, adanya mesin listrik berkapasitas 180 mw yang disita, namun belum bisa dikembalikan perseroan.
"Ada satu mesin listrik 180 mw yang disita sejak tahun lalu. Kita sudah mengusahakan tapi belum berhasil, kemudian saya waktu itu janji kalau Pangkalan susu sudah beroperasi ya Alhamdulillah," jelasnya.
Dari total tersebut, PLN sendiri akan membangun pembangkit listrik berkapasitas 15 ribu mw, dan sisanya swasta.
Pasalnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan instruksi untuk membangun pembangkit listri 35.000 mw untuk mencukupi kebutuhan listrik nasional.
Direktur PT PLN Nur Pamudji mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan listrik, perseroan tidak bisa sendirian. Karena itu, pihaknya akan bekerja sama dengan swasta.
"Kira-kira nanti 20 ribu mw itu swasta, 15 ribu mw PLN, itu kira-kira yaa. Tapi masih bisa berubah, kira-kira seperti itu," ujarnya di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (3/11/2014).
Dia memperkirakan, investasi untuk membangun 15 ribu mw pembangkit listrik, diperkirakan USD1,5 juta per 1 mw yang dikeluarkan perseroan.
"Ya ambil saja kira-kira satu setengah juta dolar per megawatt-nya enggak cukup aman. Kalau transmisi lokasinya ketemu di mana, lokasi pembangkitnya nanti ditemukan," kata dia.
Sementara, Nur juga menjelaskan krisis listrik yang terjadi di wilayah Sumatera Utara (Sumut), bukan dikarenakan PLTU Pangkalan susu yang belum beroperasi. Melainkan, adanya mesin listrik berkapasitas 180 mw yang disita, namun belum bisa dikembalikan perseroan.
"Ada satu mesin listrik 180 mw yang disita sejak tahun lalu. Kita sudah mengusahakan tapi belum berhasil, kemudian saya waktu itu janji kalau Pangkalan susu sudah beroperasi ya Alhamdulillah," jelasnya.
(izz)
Lihat Juga :