Kenaikan Harga Cabai Picu Kenaikan Inflasi di Jateng

Senin, 03 November 2014 - 20:27 WIB
Kenaikan Harga Cabai...
Kenaikan Harga Cabai Picu Kenaikan Inflasi di Jateng
A A A
SEMARANG - Salah satu komoditi yang mendongkrak terjadinya inflasi di Jawa Tengah (Jateng) adalah kenaikan cabe merah selama bulan Oktober melonjak cukup tajam.

Berdasarkan hasil pemantauan BPS Provinsi Jawa Tengah, pada bulan Oktober 2014 terjadi inflasi 0,52% dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 114,43 lebih tinggi dibandingkan bulan September 2014 yang mengalami inflasi sebesar 0,22%.

Berdasarkan pantuan, dari rata–rata Rp14.583 per kilogram pada bulan September, menjadi Rp28.941 pada bulan oktober. Sementara untuk cabe rawit naik dari Rp12.366 per kilogram pada bulan September, naik menjadi Rp22.058 per kilogram pada bulan oktober.

Menurut salah satu pedagang cabai di Pasar Johar Semarang, Mujio,33, warga Purwodinatan mengaku, kenaikan harga cabai sudah terjadi sejak beberapa pekan lalu. “Pasokannya yang kurang jadi harganya naik,” katanya, Senin (3/11/2014).

Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Jateng, Jam Jam Zamachsyari mengatakan, kenaikan harga cabai ini karena produksi cabai mengalami penurunan, akibat kemarau panjang.

”Sejumlah sentra cabai di Jawa Tengah mengalami penurunan produksi akibat cuaca ekstrim, sehingga pasokan cabai ke pasaran menjadi berkurang,” ujarnya.

Dijelaskannya, melonjaknya inflasi di Jawa Tengah selain karena kenaikan harga cabai juga disebabkan oleh kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan pada kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar, dan kelompok makanan.

Namun demikian, sambungnya ada beberapa komoditi yang mampu menekan inflasi sehingga inflasi tidak semakin tinggi, yakni daging ayam ras, telur ayam ras, kangkung, udang basah, pir, petai, kelapa, kacang panjang, ketimun, kentang, jambu batu, wortel.

Dari enam kota SBH, semua kota mengalami inflasi. Kota SBH yang mengalami inflasi tertinggi adalah Kota Tegal sebesar 0,95% diikuti Kota Semarang sebesar 0,55%, Kota Surakarta sebesar 0,46%, Kota Kudus sebesar 0,43%, Kota Purwokerto sebesar 0,41% dan terendah Kota Cilacap sebesar 0,19%.

“Rata-rata kenaikan inflasi di semua daerah disebabkan kenaikan harga cabai,” ucapnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Terima Data Inflasi...
Terima Data Inflasi 2,84% dan Pertumbuhan Ekonomi 5,11%, Jokowi: Segar kalau Seperti Ini
Inflasi Bulan Maret...
Inflasi Bulan Maret 2025 Mencapai 1,65 Persen
Badan Pusat Statistik...
Badan Pusat Statistik : Inflasi 2021 Capai 1,87 Persen
Inflasi Mei Diperkirakan...
Inflasi Mei Diperkirakan Mencapai 0,31 Persen
Prediksi Inflasi September...
Prediksi Inflasi September 2022 Efek Kenaikan Harga BBM
Angka Inflasi Jawa Barat...
Angka Inflasi Jawa Barat Tertinggi
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
1 jam yang lalu
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
1 jam yang lalu
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
1 jam yang lalu
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
2 jam yang lalu
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
2 jam yang lalu
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
2 jam yang lalu
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved