Pulsa, Bedak dan Iuran Sampah Masuk Komponen KHL

Selasa, 04 November 2014 - 15:30 WIB
Pulsa, Bedak dan Iuran...
Pulsa, Bedak dan Iuran Sampah Masuk Komponen KHL
A A A
DEPOK - Beragam hal menjadi tuntutan buruh dalam menentukan angka Kebutuhan Hidup Layak (KHL) sebelum penentuan besaran upah. Bahkan, buruh di Jakarta memasukkan biaya pijat dalam tuntutan KHL.

Di Depok, para buruh meminta biaya pulsa sudah mulai digaungkan sejak tahun lalu. Selain itu ada pula, biaya bedak dan kosmetik lain bagi kalangan buruh perempun.

"Dari 60 item kami minta ditambah jadi 84, BPS saja melakukan survei kemiskinan ada 150 item kok. Perkembangan zaman, pulsa tentu semua orang pakai handphone saat ini," tegas Sekretaris Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Wido Pratikno, Selasa (4/11/2014).

Menurutnya, belum lagi buruh selalu dipusingkan dengan berbagai iuran sosial di lingkungan tempat tinggal. Dari mulai sumbangan RT/RW hingga iuran bulanan dan kebersihan.

"Buat perempuan tentu butuh bedak, buat sosial pasti kita ada sumbangan hajatan pernikahan, lalu iuran RT, iuran sampah," tuturnya.

Selain itu, para buruh juga tengah fokus dalam hal evaluasi penyelenggaraan Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS).

Menurut Wido, program Presiden Joko Widodo yang menggelontorkan Kartu Indonesia Sehat (KIS) harus lebih transparan.

"Kami juga tengah fokus BPJS tahun ini. Bicara soal KIS tentu bertabrakan dengan UU BPJS bagi 89 juta rakyat Penerima Bantuan Iuran (PBI). Sehingga, harus dijelaskan program KIS mengambil dana dari PBI atau budget darimana, kalau dari PBI ya sama saja hanya ganti nama," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pengusaha Ancam Potong...
Pengusaha Ancam Potong Gaji Buruh, Jika Gubernur Naikkan UMP
Ini 6 Negara dengan...
Ini 6 Negara dengan Gaji Buruh Tertinggi di Dunia
BPS: Upah Nominal Buruh...
BPS: Upah Nominal Buruh Tani Meningkat 0,15%
Buruh Minta UMP 2022...
Buruh Minta UMP 2022 Naik 10%, KSPI Beberkan Alasannya
Sempat Alot, Upah Buruh...
Sempat Alot, Upah Buruh di Karawang Diusulkan Naik Jadi Rp5.797.000
Buruh Jawa Barat Tuntut...
Buruh Jawa Barat Tuntut Kenaikan Upah 8% pada 2021
Berita Terkini
IHSG Ambruk 4,55% dalam...
IHSG Ambruk 4,55% dalam Sepekan, Ini Saham-saham yang Cuan dan Boncos
23 menit yang lalu
Investor Saham Meningkat,...
Investor Saham Meningkat, Stockbit Andalkan Keamanan Berlapis
37 menit yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp5.000, Buyback Melesat Rp38.000 per Gram
1 jam yang lalu
Cegah Kebocoran Devisa...
Cegah Kebocoran Devisa Hasil Ekspor, DSI Fokus Dongkrak Penerimaan Negara
2 jam yang lalu
Salah Pilih Rekening...
Salah Pilih Rekening Tujuan? Cara Batalkan Pencairan Pinjaman Kredivo
2 jam yang lalu
Daya Saing Indonesia...
Daya Saing Indonesia Turun ke Peringkat 48 Dunia, Kalah dari Malaysia dan Vietnam
2 jam yang lalu
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved