Bakrie-Smartfren Kolaborasi Jaringan

Selasa, 04 November 2014 - 19:50 WIB
Bakrie-Smartfren Kolaborasi...
Bakrie-Smartfren Kolaborasi Jaringan
A A A
JAKARTA - PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) dan PT Smartfren Telecom Tbk (FReN) kerja sama untuk kolaborasi penyelenggaraan jaringan. Langkah kolaborasi ini adalah komitmen kedua operator untuk mendorong peralihan teknologi CDMA menuju layanan 4G berbasis LTE FDD.

Presiden Direktur Bakrie Telecom Jastiro Abi mengatakan, kerja sama ini adalah respons cepat operator CDMA ini terhadap arahan pemerintah untuk mendorong broadband society dan broadband economy di seluruh Indonesia. Kerja sama strategis ini sekaligus membuka kemungkinan untuk mengatasi perkembangan lebih lanjut dari teknologi CDMA yang digunakan selama ini. “Setelah ini, pelanggan Bakrie Telecom dan Smartfren bukan hanya mendapatkan layanan yang berkualitas tapi di masa mendatang dapat berkesempatan menikmati layanan 4G berbasis LTE FDD,” kata Abi di Jakarta kemarin.

BTEL dan Smartfren telah menandatangani Perjanjian Kolaborasi dan Perjanjian Sewa Menyewa Jaringan pada pekan lalu. Kerja sama BTEL dan Smartfren adalah bentuk pelaksanaan Keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomer 932/2014. Dengan Perjanjian Kolaborasi tersebut, jaringan BTEL akan digabungkan dengan jaringan milik Smartfren sehingga dapat melayani pelanggan Esia. Selanjutnya, BTEL akan menyewa jaringan dari Smartfren untuk melayani pelanggan ESIA sehingga pelanggan ESIA dapat terlayani dengan jangkauan yang lebih baik.

“Kami sangat mengapresiasi langkah pemerintah yang telah menetapkan frekuensi 800 Mhz sebagai frekuensi yang netral teknologi sehingga seluruh pelanggan Esia dan Smartfren dapat terus menikmati layanan telekomunikasi yang murah dan berkualitas tinggi yang selama ini didapatkan dari teknologi CDMA,” tambah Abi.

Dia juga menjelaskan, selain pelanggan yang akan sangat diuntungkan adalah pemegang saham dan para stakeholders BTEL dan Smartfren. Pasalnya, kerja sama ini membuka peluang bisnis yang jauh lebih besar bagi BTEL dan Smartfren sebagai operator yang sudah diizinkan untuk menggunakan teknologi netral pada frekuensi 800 Mhz.

“Sehingga, pemegang saham dan seluruh stakeholders mempunyai kesempatan lebih terbuka untuk mengembangkan usahanya karena kami telah menemukan solusinya lewat kerja sama strategis ini,” paparnya.

Sementara, Presiden Direktur Smartfren Rodolfo Pantoja mengatakan bahwa Smartfren sangat yakin program penyehatan industri CDMA ini akan benar-benar berhasil dengan kolaborasi usaha antara BTEL dan Smartfren. Dalam perjanjian sewa menyewa jaringan, Smartfren sepakat untuk memberikan kualitas layanan yang sama dengan yang diberikan kepada pelanggan Smartfren sendiri. Dengan kerja sama kolaborasi jaringan tersebut, diyakini akan dapat meningkatkan layanan dan efisiensi serta meningkatkan kemampuan keuangan perusahaan.

“Sebagai dua operator milik pengusaha nasional, kita bukan saja harus cepat dan terdepan dalam mendukung program pemerintah, tapi juga harus saling mendukung satu dengan yang lain, bersama sama mengatasi masalah yang selama ini membatasi pertumbuhan perseroan,” ungkap Rodolfo.

Lebih lanjut, BTEL dan Smartfren akan segera menjajaki kemungkinan pengembangan jaringan menuju layanan 4G berbasis LTE FDD guna meningkatkan kualitas dan layanan bagi para pelanggannya. Kedua perusahaan juga sangat mengapresiasi langkah Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) yang mendorong kedua operator nasional ini dalam sebuah proses penyehatan Industri telekomunikasi nasional.

Heru febrianto
(bbg)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
37 menit yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
45 menit yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
1 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
2 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
2 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
3 jam yang lalu
Infografis
China Diduga Retas Jaringan...
China Diduga Retas Jaringan Pertahanan Sensitif Jepang sejak 2020
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved