Pemerintah Cari Tambahan Pemasok Selain Angola

Sabtu, 08 November 2014 - 17:23 WIB
Pemerintah Cari Tambahan...
Pemerintah Cari Tambahan Pemasok Selain Angola
A A A
JAKARTA - Pemerintah tak berhenti mencari pemasok minyak mentah langsung setelah memperoleh komitmen dari perusahaan migas asal Angola, Sonangol EP. Pasokan dari produsen langsung diutamakan untuk memenuhi kebutuhan jangka panjang di dalam negeri.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said menuturkan, upaya ini sejalan dengan fokus yang diinginkan Presiden Joko Widodo untuk mencari sumber alternatif pasokan minyak mentah dalam bentuk minyak mentah dan pembangunan kilang dalam negeri. “Setelah Sonangol dan Iran, kami terus mencari sumber alternatif minyak mentah buat Indonesia,” ujar Sudirman di Jakarta kemarin.

Dia menegaskan, pasokan minyak mentah dalam negeri belum sanggup mengakomodasi kebutuhan secara nasional. Ini terlihat dari lifting minyak nasional yang tak sebanding dengan kebutuhan dalam negeri. Dalam waktu dekat meningkatkan lifting minyak terbilang sulit sehingga pemerintah memilih realistis untuk mencari pasokan dari luar.

Sudirman menuturkan, saat ini pemerintah tak ingin ada ketergantungan pasokan minyak mentah dan produk BBM di pasar spot internasional. Sikap dan kebijakan tersebut dinilai perlu diubah sejak dini. “Kami enggak mau bergantung dengan sumber tertentu. Pola tersebut harus diubah. Karena itu, Pertamina akan terus kami dorong untuk melakukan kerja sama langsung seperti dengan Sonangol dan Iran,” ujar dia. Terpisah, anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Tumiran mengatakan, impor minyak sah-sah saja asalkan yang diimpor dalam bentuk minyak mentah.

Selanjutnya minyak mentah tersebut harus diolah di dalam negeri. “Kita mendukung asalkan bukan BBM sebab crude ini kan lebih murah,” katanya. Dia mengakui Indonesia saat ini memiliki ketergantungan tinggi terhadap impor minyak. PT Pertamina (Persero) saat ini memiliki enam kilang pengolahan minyak dengan total kapasitas 1,1 juta barel per hari (bph).

Sementara produksi minyak nasional yang dapat diolah kilang di dalam negeri hanya sekitar 649.000 bph. Defisit pasokan minyak inilah yang kemudian dipenuhi dari impor. Kebutuhan BBM nasional saat ini mencapai 1,25 juta bph. Ada defisit sekitar 608.000 bph.

Nanang wijayanto
(bbg)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
2 jam yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
3 jam yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
13 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
13 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
14 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
14 jam yang lalu
Infografis
Pemerintah Tetapkan...
Pemerintah Tetapkan 25 Hari Libur dan Cuti Bersama di Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved