Jokowi Rangkul China dalam Pembangunan Ekonomi

Minggu, 09 November 2014 - 16:33 WIB
Jokowi Rangkul China...
Jokowi Rangkul China dalam Pembangunan Ekonomi
A A A
BEIJING - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mempererat hubungan ekonomi dengan China melalui kunjungan pertamanya ke luar negeri.

"Kerja sama antara Indonesia dengan China dilakukan untuk mempercepat pembangunan," ujar Jokowi dalam keterangan tertulis yang disampaikan Kadin kepada Sindonews, Minggu (9/11/2014).

Dia mengatakan, kerja sama dengan China terkait pembangunan 24 pelabuhan yang tersebar di berbagai daerah Indonesia. Selain itu, peluang untuk investasi adalah pembangunan powerplant karena daerah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan lainnya masih kekurangan listrik.

“Di power plant ada masalah perizinan dan pembebasan lahan. Dulu perizinan mengurus power plant bisa mencapai 2 tahun, 4 tahun bahkan 6 tahun. Ini masalah besar yang harus diselesaikan. Kita akan ada kantor perizinan one stop service untuk investasi,” katanya.

Dalam kunjungan yang diikuti sebanyak 170 pengusaha Indonesia dan 150 pengusaha China, telah ditandangani 12 Memorandum of Understanding (MoU) kerja sama di berbagai sektor, seperti logistik, transportasi, pertambangan, energi, industri gula tebu dan kawasan industri.

12 MoU Kerja Sama


Di sektor logistik ditandatangani MoU, antara PT Zadasa dengan Shen Zhen Tian He Wei Hang dengan investasi mencapai USD5,51 juta.

MoU lainnya adalah PT Resteel Industry dengan China Railway Construction, PT Eka Sampoerna Sukses dengan Fujian Yinhai Group dengan investasi mencapai USD1,3 juta.

Maspion Group dengan Shining Resources total investasi mencapai USD100 juta untuk pembangunan smelter, Global Sukses Group.

Cahaya Sukses International dengan Fujian Tian Mao dengan investasi USD1,5 juta. PT Wijaya Infrastruktur Indonesia dengan Golden Mega International Holdings mencapai USD120 juta.

PT Integral Mining Nusantara dengan Jiangsu Wei-Wei Mining mencapai USD775 juta. PT Sinar Sukses Mandiri dengan Zhong Ji Hao mencapai USD306 juta, PT Indonesia Energy Prima dengan SDIC International Trade mencapai USD350 juta.

PT Kayan Hydro Energy dengan Shanghai Electric Power mencapai USD17,8 miliar. PT Adaro Power dengan China Shenhua Overseas, PT MAESA Optimalah Mineral dengan Vansun Holding Group.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Jauh dari Resesi, Aktivitas...
Jauh dari Resesi, Aktivitas Ekonomi Indonesia Kuat dan Membaik
Indonesia Dipastikan...
Indonesia Dipastikan Masuk ke Dalam Jurang Resesi Ekonomi
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia
Ekonomi Indonesia Dibidik...
Ekonomi Indonesia Dibidik Tumbuh 5,4 Persen pada 2026
Ekonomi Indonesia Tumbuh...
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,03 Persen pada 2024
Ekonomi Indonesia Triwulan...
Ekonomi Indonesia Triwulan IV 2024 Tumbuh 5,02%, Sektor Konstruksi dan Industri Dominan
Berita Terkini
AHY Jadi Ketua Komite...
AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung Geser Luhut, Perpres Baru Diteken Prabowo
4 menit yang lalu
APHI dan New Forests...
APHI dan New Forests Dukung Investasi Pengelolaan Hutan Berkelanjutan
20 menit yang lalu
Rupiah Hari Ini Berakhir...
Rupiah Hari Ini Berakhir Merayap ke Rp18.036 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
21 menit yang lalu
5 Hal Yang Wajib Anda...
5 Hal Yang Wajib Anda Ketahui Sebelum Datang ke Tempat Gestun Terdekat
32 menit yang lalu
Defisit APBN Mei 2026...
Defisit APBN Mei 2026 Tembus Rp180,4 Triliun, Purbaya: Sangat Aman
1 jam yang lalu
Transaksi Digital Melonjak,...
Transaksi Digital Melonjak, Visa Tekankan Pentingnya Pengelolaan Risiko
1 jam yang lalu
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved