UMKM Indonesia Belum Siap Hadapi MEA 2015
Minggu, 09 November 2014 - 21:07 WIB
UMKM Indonesia Belum Siap Hadapi MEA 2015
A
A
A
JAKARTA - Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) pada akhir 2015, pemerintah diminta memberikan perhatian serius terhadap para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Sebab, pelaku usaha kecil di Indonesia belum siap menghadapi era perdagangan bebas.
Dewan Pembina Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Indonesia Mandiri (Pro Indonesia) Budi Satria Isman mengatakan, pemerintah seharusnya dapat membantu para pelaku UMKM untuk bisa menggerakkan mereka agar siap menghadapi persaingan MEA 2015.
Dia menjelaskan, hal pertama yang dilakukan adalah memperbaiki pengetahuan mereka tentang bisnis, karena ini lebih penting.
"Selanjutnya, setelah mereka memiliki pengetahuan yang mumpuni, mereka dengan mudah dapat menggerakan bisnisnya sendiri," ujar Budi saat workshop UMKM Oneintwenty Movement di Auditorium Gedung Sindo, Jakarta, Minggu (9/11/2014).
Dia menyatakan, pemerintah sudah seharusnya dapat membantu mereka dengan menyiapkan kebijakan-kebijakan yang betul-betul membantu usaha kecil tersebut.
"Sebenarnya banyak sekali usaha-usaha yang tidak memiliki dana untuk mempatenkan produk, band, formulanya. Nah, kenapa tidak dipermurah?" terangnya.
Dia menyebutkan, selama ini mayoritas UMKM bersifat informal dan sudah seharusnya pemerintah memudahkan mereka untuk perizinan akses UMKM.
Menurutnya, Indonesia saat ini belum siap menghadapi MEA 2015. Masalah perizinan serta sosialisasi mengenai MEA kepada UMKM saja masih kurang.
"Menurut saya, belum ada persiapan. Apa programnya pemerintah yang betul-betul fokus untuk menyiapkan UMKM menghadapi MEA," tegasnya.
Dewan Pembina Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Indonesia Mandiri (Pro Indonesia) Budi Satria Isman mengatakan, pemerintah seharusnya dapat membantu para pelaku UMKM untuk bisa menggerakkan mereka agar siap menghadapi persaingan MEA 2015.
Dia menjelaskan, hal pertama yang dilakukan adalah memperbaiki pengetahuan mereka tentang bisnis, karena ini lebih penting.
"Selanjutnya, setelah mereka memiliki pengetahuan yang mumpuni, mereka dengan mudah dapat menggerakan bisnisnya sendiri," ujar Budi saat workshop UMKM Oneintwenty Movement di Auditorium Gedung Sindo, Jakarta, Minggu (9/11/2014).
Dia menyatakan, pemerintah sudah seharusnya dapat membantu mereka dengan menyiapkan kebijakan-kebijakan yang betul-betul membantu usaha kecil tersebut.
"Sebenarnya banyak sekali usaha-usaha yang tidak memiliki dana untuk mempatenkan produk, band, formulanya. Nah, kenapa tidak dipermurah?" terangnya.
Dia menyebutkan, selama ini mayoritas UMKM bersifat informal dan sudah seharusnya pemerintah memudahkan mereka untuk perizinan akses UMKM.
Menurutnya, Indonesia saat ini belum siap menghadapi MEA 2015. Masalah perizinan serta sosialisasi mengenai MEA kepada UMKM saja masih kurang.
"Menurut saya, belum ada persiapan. Apa programnya pemerintah yang betul-betul fokus untuk menyiapkan UMKM menghadapi MEA," tegasnya.
(dmd)
Lihat Juga :