Pertamina Sumbagsel Gelar Sosialisasi Online Pinky Movement
Rabu, 10 Juni 2020 - 21:15 WIB
loading...
Pertamina Sumbagsel Gelar Sosialisasi Online Pinky Movement
A
A
A
Untuk mengenalkan Pinky Movement, PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) II Sumbagsel mengadakan sosialisasi yang berlangsung secara online melalui video conference untuk wilayah Retail Provinsi Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Jambi, Lampung, dan Bengkulu.
Pinky Movement merupakan program kolaborasi antara Program Kemitraan (PK) dengan Program LPG Non Subsidi (Bright Gas) yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan Usaha Mikro Kecil & Menengah (UKM) yang bersentuhan langsung dengan rantai bisnis Pertamina, baik Pangkalan LPG maupun UKM penyedia atau pengguna LPG 3 Kg. Program ini merupakan bagian dari investasi sosial perusahaan, atau kini dikenal sebagai Creating Shared Value.
Pertamina menawarkan pembiayaan pinjaman murah kepada UKM yang memiliki usaha penjualan LPG minimal 6 (enam) bulan, atau memiliki usaha lain minimal 6 (enam) bulan dan berniat mengembangkan usahanya di bidang penjualan LPG Non Subsidi. Selain itu, program ini bertujuan memperluas akses masyarakat kepada LPG Non Subsidi (Bright Gas), sehingga memudahkan konsumen yang berniat beralih dari pengguna LPG Subsidi (LPG 3kg) ke LPG Non Subsidi.
Bright Gas, Si tabung pinky ini merupakan salah satu produk unggulan Pertamina. Ia menawarkan keamanan ekstra, dan hadir dengan teknologi Double Spindle Valve System (DSVS): teknologi katup ganda dua kunci, dimana ketika satu katup tidak berfungsi dengan baik, masih ada satu katup untuk memastikan keamanan pengguna Bright Gas di dapur. Tabung pink ini juga dilengkapi segel hologram untuk mengecek keaslian isi tabung.
Sementara itu, kegiatan sosialisasi dilaksanakan dalam tiga sesi, yaitu dengan peserta sebanyak 11 Agen LPG untuk wilayah Lampung, 4 Agen LPG beserta jaringan pangkalan untuk wilayah Bengkulu dan 10 Agen LPG wilayah Jambi (6/5/2020), dilanjutkan untuk 18 Agen LPG wilayah Sumatera Selatan dan 7 Agen LPG wilayah Kepulauan Bangka Belitung (14/5/2020). Sosialisasi ini juga diikuti oleh Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas).
Region Manager Communication, Relation & CSR Sumbagsel, Rifky Rakhman Yusuf menjelaskan upaya tersebut untuk mendukung program pemerintah dalam memastikan penggunaan LPG 3 Kg tepat sasaran dan sesuai dengan peruntukannya, yaitu bagi rumah tangga miskin dan usaha mikro. Program ini juga dapat memudahkan UKM untuk mendapatkan modal usaha dan pembinaan serta meningkatkan daya jual LPG Non Subsidi.
“Dengan adanya program Pinky Movement, diharapkan dapat membantu UMKM untuk mendapatkan pinjaman modal dengan jasa administrasi yang rendah sebesar 3% saldo menurun setiap tahun serta pembinaan agar usahanya bisa berkembang dan naik kelas dengan omzet meningkat hingga penyerapan tenaga kerja baru,” Jelas Rifky.
Pinky Movement merupakan program kolaborasi antara Program Kemitraan (PK) dengan Program LPG Non Subsidi (Bright Gas) yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan Usaha Mikro Kecil & Menengah (UKM) yang bersentuhan langsung dengan rantai bisnis Pertamina, baik Pangkalan LPG maupun UKM penyedia atau pengguna LPG 3 Kg. Program ini merupakan bagian dari investasi sosial perusahaan, atau kini dikenal sebagai Creating Shared Value.
Pertamina menawarkan pembiayaan pinjaman murah kepada UKM yang memiliki usaha penjualan LPG minimal 6 (enam) bulan, atau memiliki usaha lain minimal 6 (enam) bulan dan berniat mengembangkan usahanya di bidang penjualan LPG Non Subsidi. Selain itu, program ini bertujuan memperluas akses masyarakat kepada LPG Non Subsidi (Bright Gas), sehingga memudahkan konsumen yang berniat beralih dari pengguna LPG Subsidi (LPG 3kg) ke LPG Non Subsidi.
Bright Gas, Si tabung pinky ini merupakan salah satu produk unggulan Pertamina. Ia menawarkan keamanan ekstra, dan hadir dengan teknologi Double Spindle Valve System (DSVS): teknologi katup ganda dua kunci, dimana ketika satu katup tidak berfungsi dengan baik, masih ada satu katup untuk memastikan keamanan pengguna Bright Gas di dapur. Tabung pink ini juga dilengkapi segel hologram untuk mengecek keaslian isi tabung.
Sementara itu, kegiatan sosialisasi dilaksanakan dalam tiga sesi, yaitu dengan peserta sebanyak 11 Agen LPG untuk wilayah Lampung, 4 Agen LPG beserta jaringan pangkalan untuk wilayah Bengkulu dan 10 Agen LPG wilayah Jambi (6/5/2020), dilanjutkan untuk 18 Agen LPG wilayah Sumatera Selatan dan 7 Agen LPG wilayah Kepulauan Bangka Belitung (14/5/2020). Sosialisasi ini juga diikuti oleh Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas).
Region Manager Communication, Relation & CSR Sumbagsel, Rifky Rakhman Yusuf menjelaskan upaya tersebut untuk mendukung program pemerintah dalam memastikan penggunaan LPG 3 Kg tepat sasaran dan sesuai dengan peruntukannya, yaitu bagi rumah tangga miskin dan usaha mikro. Program ini juga dapat memudahkan UKM untuk mendapatkan modal usaha dan pembinaan serta meningkatkan daya jual LPG Non Subsidi.
“Dengan adanya program Pinky Movement, diharapkan dapat membantu UMKM untuk mendapatkan pinjaman modal dengan jasa administrasi yang rendah sebesar 3% saldo menurun setiap tahun serta pembinaan agar usahanya bisa berkembang dan naik kelas dengan omzet meningkat hingga penyerapan tenaga kerja baru,” Jelas Rifky.