Indeks Harga Produsen China Oktober Turun 2,2%

Senin, 10 November 2014 - 11:08 WIB
Indeks Harga Produsen...
Indeks Harga Produsen China Oktober Turun 2,2%
A A A
BEIJING - Indeks Harga Produsen China pada Oktober turun 2,2% dan mencatat rekor pada bulan ke-32 secara berturut-turut. Sementara, harga konsumen masih tetap stabil.

Seperti dikutip dari Bloomberg, Senin (10/11/2014), kondisi tersebut memberikan tekanan kepada para pembuat kebijakan untuk meningkatkan perekonomian China.

Biro Statistik Nasional di Beijing mengatakan, bahwa indeks harga produsen turun 2,2% dari tahun sebelumnya, dibandingkan proyeksi rata-rata dari survei Bloomberg News yang turun 2%.

Sementara, harga konsumen China naik 1,6% dan tingkat tidak berubah dari bulan sebelumnya dan sesuai dengan perkiraan ekonom.

Ekonomi China terbebani oleh kelebihan kapasitas dan permintaan domestik lemah yang sedang menuju pertumbuhan paling lambat dari lebih dua dekade.

Harga minyak dan logam yang lebih rendah memotong biaya di pabrik, yang memungkinkan eksportir China untuk menurunkan harga dan menambah tekanan deflasi global.

"Permintaan domestik China tetap berisiko ringan dan dis-inflasi yang sedang berkembang di belakang penurunan harga komoditas global," kata Chang Jian, kepala ekonom China di Barclays Plc di Hong Kong.

Data NBS menunjukkan, pembelian harga bahan bakar turun 3,8% pada Oktober dari tahun sebelumnya. Sementara, biaya logam besi turun 6,9%.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
Gelombang Covid-19 Kembali...
Gelombang Covid-19 Kembali Hantam Ekonomi Tiongkok
Menteri Keuangan Waspadai...
Menteri Keuangan Waspadai Situasi Kontraksi Ekonomi China
Momen Unik saat Presiden...
Momen Unik saat Presiden Prabowo Bicara Bahasa Tiongkok di Beijing
China Rebound, Bidik...
China Rebound, Bidik Pertumbuhan Ekonomi di Atas 6%
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
1 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
2 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
2 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
2 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
3 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
3 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved