Aset Kian Menurun, Emas Global Perpanjang Kerugian

Kamis, 13 November 2014 - 09:34 WIB
Aset Kian Menurun, Emas...
Aset Kian Menurun, Emas Global Perpanjang Kerugian
A A A
SINGAPURA - Emas global memperpanjang kerugian karena Federal Reserve (The Fed) akan menaikkan suku bunga dengan diakhirinya program stimulus obligasi. Sementara bank sentral lainnya justru menambah stimulus, sehingga mendorong penguatan dolar Amerika Serikat (USD).

Adapun kepemilikan emas di SPDR Gold Trust tercatat mengalami penurunan terpanjang dalam 16 bulan terakhir. Kepemilikan aset di SPDR kemarin jatuh ke level terendah dalam enam tahun terakhir, dan kontrak untuk hari ketujuh menurun terpanjang sejak Juni 2013.

Harga emas untuk pengiriman segera turun sebanyak 0,4% menjadi USD1.157,54 per ons, dan diperdagangkan di USD1.158,75 pada pukul 09.07 pagi di Singapura.

Emas pada pekan lalu turun ke level terendah empat tahun ke 1.132,16 dan menuju koreksi tahunan terpanjang untuk kali pertama sejak tahun 2000 karena merosotnya harga minyak dan diakhirinya program pembelian obligasi oleh The Fed.

Sementara USD diperdagangkan mendekati level tertinggi dalam lima tahun terakhir menyusul akan dinaikkannya suku bunga AS untuk kali pertama sejak 2006, yang kemungkinan akan dilakukan tahun depan. Padahal, bank sentral di Eropa dan Jepang menaikannya stimulusnya untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.

"Prospek perbedaan yang signifikan dalam kebijakan moneter antara AS dan di luar AS akan terus menekan logam mulia. Kami tetap waspada terhadap emas," kata analis Everbright Futures Co Sun Yonggang seperti dilansir dari Bloomberg, Kamis (13/11/2014).

Emas di Comex New York untuk pengiriman Desember diperdagangkan pada harga USD1.159,30 per ons dari sebelumnya USD1.159,10 setelah harga teraktif meluncur ke USD1.130,40 pada 7 November 2014, terendah sejak April 2010.

Sementara perak untuk pengiriman segera turun 0,3% menjadi USD15,6498 per ons, jatuh untuk hari kedua. Spot platinum melemah 0,3% menjadi USD1.199,38 per ons, sedangkan paladium pada USD774,90 per ons dari sebelumnya USD775,10.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
10 Negara Penghasil...
10 Negara Penghasil Emas Terbesar di Dunia, Termasuk Indonesia
Negara-Negara Penghasil...
Negara-Negara Penghasil Harta Karun Emas Terbesar di Dunia
Harga Emas Diramal akan...
Harga Emas Diramal akan Tembus Rp2,1 Juta per Gram
Naik Rp3.000, Harga...
Naik Rp3.000, Harga Emas Nangkring di Level Rp932.000 per Gram
Awal Pekan Harga Si...
Awal Pekan Harga Si Kuning Mager dari Level Rp929.000 per Gram
Harga Emas Masih Bertengger...
Harga Emas Masih Bertengger di Rp932 Ribu per Gram
Berita Terkini
MengEmaskan Indonesia,...
MengEmaskan Indonesia, Wamenaker Jadi Saksi Keunggulan Manajerial Pegadaian
4 jam yang lalu
Produksi CPO RI Capai...
Produksi CPO RI Capai 53 Juta Ton, Hilirisasi Sawit Perlu Dipercepat
6 jam yang lalu
Tinggalkan Jas dan Dasi,...
Tinggalkan Jas dan Dasi, Pekerja Kantoran di Jepang Boleh Pakai Celana Pendek dan Kaus Oblong
6 jam yang lalu
BI: Penyerapan Tenaga...
BI: Penyerapan Tenaga Kerja RI Melambat di Triwulan II 2026
6 jam yang lalu
JTrust Bank Gandeng...
JTrust Bank Gandeng Pegolf Kristina Yoko Dukung Pembinaan Atlet Nasional
7 jam yang lalu
Ekonom Beberkan Utang...
Ekonom Beberkan Utang Pemerintah Indonesia, Nilainya Tembus Segini
7 jam yang lalu
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved