Harga Emas Global Menuju Penurunan Mingguan
Jum'at, 14 November 2014 - 09:45 WIB
Harga Emas Global Menuju Penurunan Mingguan
A
A
A
SINGAPURA - Harga emas global menuju penurunan mingguan karena investor mengkhawatirkan Federal Reserve (The Fed) akan segera menaikkan suku bunga di tengah anjloknya harga energi.
Hal itu seiring dengan turunnya kepemilikan emas di SPDR Gold Trust menuju periode terpanjang sejak Mei 2013. Kepemilikan emas di SPDR Gold Trust menyusut ke posisi terendah enam tahun dari 720,62 metrik ton kemarin.
Harga emas untuk pengiriman segera turun 0,4% menjadi USD1.157,94 per ons, dan diperdagangkan di USD1.160,41 pada pukul 08.48 pagi di Singapura. Harga emas turun 1,5% sepanjang pekan ini.
Emas menuju kerugian tahunan beruntun untuk kali pertama sejak 2000 karena susutnya harga minyak ke level terendah dalam empat tahun terakhir akibat menurunnya permintaan.
World Gold Council menyatakan, permintaan emas global turun 2,5% pada kuartal III tahun ini dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, merupakan level terendah sejak 2009.
Ini menyebabkan Federal Reserve bergerak lebih dekat untuk menaikkan suku bunganya untuk kali pertama sejak 2006. Sementara USD mendekati level tertinggi lima tahun menjelang laporan penjualan ritel Amerika Serikat (AS) hari ini, yang diperkirakan akan naik tipis.
"Kecuali ada beberapa perubahan material terhadap ekonomi AS, kami percaya bahwa kenaikan suku bunga akan mendorong melemahnya harga emas," kata analis di CITIC Futures CoZhu Runyu seperti dilansir dari Bloomberg, Jumat (14/11/2014).
Presiden Federal Reserve New York William C. Dudley mengatakan, suku bunga yang naik terlalu cepat bisa menimbulkan risiko lebih besar terhadap perekonomian daripada dilakukan lebih lambat. Para pembuat kebijakan Fed mengakhiri program pembelian obligasi pada bulan lalu karena membaiknya tingkat pengangguran di AS.
Emas di Comex New York untuk pengiriman Desember susut 0,2% menjadi USD1.159,70 per ons, dan berada di jalur kerugian selama empat pekan.
Sementara perak untuk pengiriman segera turun 0,6% menjadi USD15,5645 per ons, menuju penurunan mingguan kelima. Perak terkoreksi 20% sepanjang tahun ini dan ke USD15,0681 pada 7 November 2014, yang merupakan harga terendah sejak Februari 2010.
Spot platinum diperdagangkan pada USD1.193,63 per ons dari USD1.196,50 kemarin, penurunan selama lima pekan. Sedangkan palladium sedikit berubah menjadi USD66,95 per ounce, menuju penurunan mingguan kedua.
Hal itu seiring dengan turunnya kepemilikan emas di SPDR Gold Trust menuju periode terpanjang sejak Mei 2013. Kepemilikan emas di SPDR Gold Trust menyusut ke posisi terendah enam tahun dari 720,62 metrik ton kemarin.
Harga emas untuk pengiriman segera turun 0,4% menjadi USD1.157,94 per ons, dan diperdagangkan di USD1.160,41 pada pukul 08.48 pagi di Singapura. Harga emas turun 1,5% sepanjang pekan ini.
Emas menuju kerugian tahunan beruntun untuk kali pertama sejak 2000 karena susutnya harga minyak ke level terendah dalam empat tahun terakhir akibat menurunnya permintaan.
World Gold Council menyatakan, permintaan emas global turun 2,5% pada kuartal III tahun ini dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, merupakan level terendah sejak 2009.
Ini menyebabkan Federal Reserve bergerak lebih dekat untuk menaikkan suku bunganya untuk kali pertama sejak 2006. Sementara USD mendekati level tertinggi lima tahun menjelang laporan penjualan ritel Amerika Serikat (AS) hari ini, yang diperkirakan akan naik tipis.
"Kecuali ada beberapa perubahan material terhadap ekonomi AS, kami percaya bahwa kenaikan suku bunga akan mendorong melemahnya harga emas," kata analis di CITIC Futures CoZhu Runyu seperti dilansir dari Bloomberg, Jumat (14/11/2014).
Presiden Federal Reserve New York William C. Dudley mengatakan, suku bunga yang naik terlalu cepat bisa menimbulkan risiko lebih besar terhadap perekonomian daripada dilakukan lebih lambat. Para pembuat kebijakan Fed mengakhiri program pembelian obligasi pada bulan lalu karena membaiknya tingkat pengangguran di AS.
Emas di Comex New York untuk pengiriman Desember susut 0,2% menjadi USD1.159,70 per ons, dan berada di jalur kerugian selama empat pekan.
Sementara perak untuk pengiriman segera turun 0,6% menjadi USD15,5645 per ons, menuju penurunan mingguan kelima. Perak terkoreksi 20% sepanjang tahun ini dan ke USD15,0681 pada 7 November 2014, yang merupakan harga terendah sejak Februari 2010.
Spot platinum diperdagangkan pada USD1.193,63 per ons dari USD1.196,50 kemarin, penurunan selama lima pekan. Sedangkan palladium sedikit berubah menjadi USD66,95 per ounce, menuju penurunan mingguan kedua.
(rna)
Lihat Juga :