Ada Indikasi Privatisasi Pertamina oleh Soemarno Inc

Jum'at, 14 November 2014 - 14:49 WIB
Ada Indikasi Privatisasi...
Ada Indikasi Privatisasi Pertamina oleh Soemarno Inc
A A A
JAKARTA - Terkait munculnya empat nama kandidat kuat Direktur Utama atau Komisiaris Pertamina hasil Assesment PT DDI, peneliti Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Salamuddin Daeng mengungkapkan, ada ambisi keluarga Soemarno untuk menguasai bisnis migas di tanah air.

"Salah satu contoh kongkrit adalah proses pemilihan Dirut Pertamina. Setiap elite pasti ingin menguasai Pertamina, apalagi dengan kekuasaan sebagai menteri BUMN, tentu Rini Soemarno tidak akan membiarkan perusahaan ini jatuh ke tangan pihak lain yang bukan kolega, jaringan bisnis dan sekutunya," ujar Salamuddin Daeng saat dihubungi, Jumat (14/11/2014).

Menurutnya, Soemarno Inc. berambisi menguasai bisnis terbesar di tanah air berawal dari penempatan Rini menjadi Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Dengan demikian seluruh pimpinan/dirut BUMN berada di bawah genggaman Soemarno Inc.

"Cara untuk menguasai BUMN menjadi mudah dengan memilih kawan, kolega, keluarga mereka sendiri dalam jajaran direksi BUMN. Dengan demikian oligarki mereka akan terbentuk kuat," tegasnya.

Lebih lanjut dijelaskan, usaha Soemarno Inc menempatkan orang-orangnya seperti penunjukan Sudirman Said sebagai menteri ESDM. Kemudian Sudirman Said mengangkat Widyawan sebagai Stafsus.

Untuk diketahui, Menteri BUMN Rini Soemarno telah menunjuk PT DDI untuk menyaring calon direksi Pertamina. Ditunjuknya PT DDI sejak awal dicurigai karena perusahaan ini konon adalah milik keluarga Soemarno, Oengky Soemarno. Pihak menteri BUMN juga belum mengkonfirmasi kebenaran masalah ini ke publik.

Hasil dari seleksi yang dilakukan PT DDI memperkuat kecurigaan ini. Nama-nama yang lolos seleksi ternyata adalah bagian dari bisnis Soemarno Inc, seperti Ahmad Faisal Mantan Dirut Niaga Ptm Era Ari Soemarno, Widhyawan mantan deputi SKK Migas-Stafsus Sudirman Said yang juga merupakan jaringan Soemarno, dan dua kandidat lain yakni Budi Sadikin Mantan Dirut Mandiri, Rinaldi Firmansyah mantan Dirut Telkom.

"Menguasai Pertamina berarti menguasai sumber uang terbesar. Pertamina merupakan BUMN terbesar di Indonesia dengan revenue mencapai Rp900 triliun setahun," ujarnya.

Itulah sebabnya Pertamina selalu menjadi incaran penguasa dalam memperkuat oligarki yang korup dan menjadikan Pertamina sebagai mesin uang. Dalam situasi ketika kabinet ekonomi dikuasai oligarki bakal sangat membahayakan bagi masa depan Pertamina.

"Satu sisi Pertamina menjadi sarang mafia, yang nantinya dengan alasan Pertamina yang buruk pemerintah akan lebih jauh melakukan privatisasi Pertamina seiring liberalisasi perdagangan BBM," pungkasnya.

(Baca: Calon Dirut Pertamina Diseleksi Perusahaan Kakak Rini)
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Petani Mendapat Sosialisasi...
Petani Mendapat Sosialisasi Keamanan Seiring Gas JTB Mulai Dialirkan
Pertamina Mulai Berlakukan...
Pertamina Mulai Berlakukan Transaksi Non Tunai
Penjualan Kondensat...
Penjualan Kondensat Pertamina EP Subang Field
Pertamina EP Donggi...
Pertamina EP Donggi Matindok Field Dorong Perekonomian Kelompok Wanita Banggai
PEP Prabumulih Field...
PEP Prabumulih Field Dukung Gerakan Ketahanan Pangan
Restrukturisasi Pertamina...
Restrukturisasi Pertamina Ditegaskan Sesuai Buku Putih dan Roadmap BUMN
Berita Terkini
IHSG Pagi Ini Anjlok...
IHSG Pagi Ini Anjlok Lebih 1%, Balik ke Level 5.700-an
19 menit yang lalu
Perkuat Industri Maritim,...
Perkuat Industri Maritim, BKI Dorong Kolaborasi PIKKI Bersama PT PAL
46 menit yang lalu
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Jadi Navigasi Pembangunan Nasional
58 menit yang lalu
Pendapatan Melonjak...
Pendapatan Melonjak 47,7%, KPIG Raih Laba Bersih Rp724,2 Miliar di 2025
1 jam yang lalu
MNC Asia Holding Raup...
MNC Asia Holding Raup Laba Bersih Rp1,4 Triliun di 2025, Setujui Private Placement 8,6 Miliar Saham
1 jam yang lalu
Malaysia Prediksi Gejolak...
Malaysia Prediksi Gejolak Harga Energi Berlanjut Dua Tahun ke Depan
2 jam yang lalu
Infografis
8 Negara dengan Aturan...
8 Negara dengan Aturan Berpakaian Paling Ketat, Ada yang Melarang Sandal Jepit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved