Pertanyaan Terpenting: Kenapa Bisa Sakit?

Minggu, 16 November 2014 - 08:27 WIB
Pertanyaan Terpenting:...
Pertanyaan Terpenting: Kenapa Bisa Sakit?
A A A
Menjadi dokter sudah menjadi obsesi Yen sejak kecil. Setelah lulus program Profesi Kedokteran Negara Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) pada 1991, dia pun menekuni karier sebagai dokter.

Di awal karier, Yen mengaku tidak punya konsep dalam menangani berbagai keluhan pasien. Lama-lama, Yen teringat pada salah satu keteladanan sang ayah, almarhum Tan Tjiauw Liat, dr, yang gigih membela kebenaran ilmu. Menurut Yen, ayahnya tidak suka melihat masuknya kepentingan lain dalam bidang kesehatan selain kepentingan pasien itu sendiri.

“Saya melihat kenyataan bahwa terkadang masalah kesehatan dijadikan lahan ekonomi dan politik. Itu sangat menjengkelkan,” kata penulis buku Sehat Sejati yang Kodratiini. Yen pun mulai melakukan perubahan dengan fokus kepada persoalan promotif, preventif, dan penyebab seseorang bisa terjangkit penyakit. Selama ini, kata dia, kita selalu mencari “bagaimana caranya” menurunkan tensi, gula, kolesterol, atau mengencerkan darah.

Padahal, pertanyaan terpenting adalah kenapa bisa sakit. “Saya ngeberesin kenapanya itu,” tegas ibu dari Marielle Ancilla Domini ini. Yen menekankan, profesi sebagai dokter harus selalu berorientasi pada pasien. Pasien yang harus diberdayakan untuk mengembalikan kesehatan tubuhnya sendiri.

Dia mengaku prihatin ada beberapa dokter yang dalam praktik melayani pasien seharihari juga memasukkan orientasi bisnis lantaran ada kerja sama dengan pengusaha farmasi. Definisi dokter yang berasal dari bahasa latin, docere, lanjut Yen, bermakna to point out, to teach. Maka dari itu, Yen tak mau sekadar mengobati.

Dia ingin menunjukkan dan mendidik pasien untuk mulai menerapkan pola makan dan gaya hidup sehat. Fakta membuktikan bahwa non communicable diseases seperti diabetes dan berbagai masalah kardiovaskuler disebabkan pola makan dan gaya hidup tidak sehat.

“Dokter itu multitasker, tidak boleh sembarangan dalam mengobati pasien tapi harus mendidik agar orang tersebut memperoleh kembali kemampuan untuk menjaga kesehatan tubuh holistiknya,” ujar perempuan kelahiran Beijing, 17 September 1964 ini.

Dengan visi itulah Yen sangat bergairah melakoni perannya sebagai dokter. Melihat kesehatan para pasiennya maju pesat sesuai harapan mereka adalah kebanggaan bagi Yen. Baginya, mencegah orang dari celaka merupakan bentuk jihad.

“Saya mendidik pasien untuk memperbaiki yang tadinya asupan kecanduan menjadi asupan kebutuhan. Kita sama-sama mengubah cara pandang terhadap stres,” pungkasnya.

Ema malini
(ars)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Penyelenggara Siapkan...
Penyelenggara Siapkan Kejutan di Launching Luwu Timur Inspiring
Apa Itu Stiff Person...
Apa Itu Stiff Person Syndrome, Penyakit Langka yang Diidap Celine Dion?
Joy Red Velvet Dalam...
Joy Red Velvet Dalam Pembicaraan Bintangi Drama Just One Person
Profil Alindra Person,...
Profil Alindra Person, Pasangan Terence Crawford yang Dihina Tyan Booth
Zelensky Dinobatkan...
Zelensky Dinobatkan Time sebagai Person of the Year 2022
Trump Dinobatkan sebagai...
Trump Dinobatkan sebagai Person of the Year versi Time
Berita Terkini
Perkuat Daya Saing Industri...
Perkuat Daya Saing Industri Wellness dan Beauty Nasional Mendunia, BRI Dukung BWB Expo 2026 di Bali
42 menit yang lalu
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
1 jam yang lalu
Bunga Mulai 1,75%! BRI...
Bunga Mulai 1,75%! BRI KPR Hadirkan Solusi Paling Ringan untuk Miliki Rumah Impian
2 jam yang lalu
Danantara Bantah Isu...
Danantara Bantah Isu Pemilik Tabungan Rp3 Miliar Wajib Beli Patriot Bond
2 jam yang lalu
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
2 jam yang lalu
IFG Life Beri Proteksi...
IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
2 jam yang lalu
Infografis
Pakistan dan India Berperang,...
Pakistan dan India Berperang, Kenapa China yang Menang?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved