Penyaluran Benih Padi Melalui Tender Tidak Optimal

Senin, 17 November 2014 - 14:51 WIB
Penyaluran Benih Padi...
Penyaluran Benih Padi Melalui Tender Tidak Optimal
A A A
JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengakui, pengadaan dan penyaluran benih padi subsidi dengan sistem tender tidak optimal, hanya sebesar 20% optimalisasinya.

Padahal, tender tersebut menghabiskan dana hingga Rp1 triliun lebih. Setelah melihat kondisi tersebut, Amran akan menunjuk langsung perusahaan untuk penyediaan dan penyaluran benih padi.

Hal tersebut agar proses penyaluran bibit benih padi bisa dilakukan dengan cepat.

"Kita akan menunjuk langsung dua perusahaan untuk menyediakan 50 ribu benih padi. Dua perusahaan yang kita tunjuk adalah SHS dan Pertani," tegasnya di Kementan, Jakarta, Senin (17/11/2014).

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Sofyan Djalil mengungkapkan proses tender akan memakan banyak waktu. Mulai dari proses tender, pengadaan hingga penyaluran benih padi.

"Kalau ditender, tender saja butuh satu bulan. Nanti setelah tender, bubut baru bisa datang ke petani dua bulan kemudian. Tunggu tiga bulan bisa keburu terlewat musim tanamnya. Jadi harus penujukan langsung supaya cepat," tutur dia.

Sofyan pun menegaskan, bahwa tindakan ini tidak menyalahi aturan yang ada.

"Enggak akan bermasalah. Karena yang kita lakukan hanya shortcut yang tadinya pakai tender jadi tidak pakai tender. Asal tidak ada korupsi, tidak masalah," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kementan Dorong Generasi...
Kementan Dorong Generasi Milenial Terjun di Bidang Pertanian
Pelaku Pemalsuan Pestisida...
Pelaku Pemalsuan Pestisida Dapat Dihukum Maksimal
Kementan Ajak Petani...
Kementan Ajak Petani dan Penyuluh Manfaatkan Bahan Organik
Antisipasi Kekeringan,...
Antisipasi Kekeringan, Masa Tanam Kedua Padi Dipercepat Mei
Antisipasi Krisis Pangan,...
Antisipasi Krisis Pangan, Pemerintah Akan Buka Lahan Sawah 900 Ribu Hektare
Petani Maros Giatkan...
Petani Maros Giatkan On Farm dengan Tanam Cabai Organik
Berita Terkini
Bittime: Pasar Tokenisasi...
Bittime: Pasar Tokenisasi Aset RI Diramal Sentuh USD88 Miliar di 2030
48 menit yang lalu
Soal Peluang Harga Pertamax...
Soal Peluang Harga Pertamax Turun, Ditjen Migas: Belum Ada Pembahasan
1 jam yang lalu
Prediksi Ngeri Goldman...
Prediksi Ngeri Goldman Sachs: Harga Minyak Brent Bakal Meroket ke USD120 per Barel
1 jam yang lalu
IHSG Hari Ini Ditutup...
IHSG Hari Ini Ditutup Naik 1,74% ke Level 6.340
1 jam yang lalu
Bawa Semangat Slow Fashion,...
Bawa Semangat Slow Fashion, 7 UMKM Jogja Siap Menembus Pasar Lebih Luas di INACRAFT 2026
2 jam yang lalu
Bahlil Ramal 10 Tahun...
Bahlil Ramal 10 Tahun Lagi Kendaraan Listrik Bakal Digantikan Hidrogen
2 jam yang lalu
Infografis
10 Negara yang Paling...
10 Negara yang Paling Tidak Dikenal, dari Nauru hingga Tuvalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved