Rini Harusnya Contoh Jokowi Memilih Menteri

Senin, 17 November 2014 - 18:30 WIB
Rini Harusnya Contoh...
Rini Harusnya Contoh Jokowi Memilih Menteri
A A A
JAKARTA - Masyarakat Sipil yang tergabung dalam Publish What You Pay Maryati Abdullah menilai, mastinya Menteri BUMN dalam melakukan seleksi jajaran pertamina transparan.

"Seharusnya transparan kriterianya apa dan bagaimana? Dalam hal ini jelas, seleksi ini harus terbuka," kata dia ketika dihubungi, Senin (17/11/2014).

Dia pun berpendapat, seleksi para pejabat Pertamina yang dilakukan Rini Soemarno juga harus mencontoh ketika Presiden Joko Widodo (Jokowi) memilih para calon pembantunya. Dengan cara, sambung dia, melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keungan (PPATK).

"Seharusnya terbuka, harus melibatkan PPATK dan KPK. Biar jelas, KPK dan PPATK melihat rekam jejaknya," ujarnya.

Sebelumnya, Rini justru mengusulkan presiden agar menandatangani Keputusan Presiden yang isinya untuk pemilihan dan penetapan direksi BUMN cukup dilaksanakan sepenuhnya oleh Menteri BUMN.

Selain membicarakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, patut diwaspadai adalah masalah pengisian Direktur Utama Pertamina. Ada dorongan sekelompok orang untuk menempatkan kroninya di puncak posisi strategis perusahaan hilir migas ini.

Direktur Global Future Institute (GFI) Hendrajit menduga, bursa calon Dirut Pertamina ini akan dimainkan oleh Jusuf Kalla-Soemarno Connection dengan motif menguasai lahan hilir migas ini.

Indikasinya, kata Hendrajit, menguatnya manuver JK dan kelompok kepentingan Ari Soemarno cs di Pertamina. Maka merekrut dan memilih Direktur Utama Pertamina dari luar Pertamina, bisa dibaca sebagai upaya mengabaikan kompetensi dan pengalaman panjangnya dalam penguasaan lingkup Migas baik dalam lingkup strategis maupun teknis profesional bidang Migas.

"Motif mereka yakni mengondisikan Pertamina untuk masuk dalam skema privatisasi yang dirancang oleh para pihak yang menganut haluan paham neoliberal dalam perekonomian nasional kita," sergahnya.

Melihat kondisi tersebut, bursa calon Direktur Utama Pertamina nampaknya mengerucut pada dua nama. Keduanya dari kalangan eksternal Pertamina untuk menjalankan setting privatisasi Pertamina.

"Dua nama itu yakni Rinaldi Firmansyah direkomendasikan oleh Menko Ekonomi Sofyan Djalil dan kawan-kawan. Sedangkan Widhyawan Prawiraatmadja atas rekomendasi dari Menteri ESDM Sudirman Said. Sedangkan Ahmad Faisal diplot untuk posisi komisaris. Ketiga orang tersebut semuanya merupakan Ari Soemarno Connection," ulasnya.

Hendrajit juga mengatakan, menelisik skenario Menteri BUMN Rini Sumarno, nampaknya agenda privatisasi Pertamina akan menjadi prioritas dalam rangka meliberalisasikan sektor hilir dan untuk mendukung skema ini, akan menjadi tugas pokok Dirut Pertamina Baru.

"Inilah skema Meneg BUMN yang perlu diwaspadai, karena besar kemungkinan muara dari skema ini adalah agar korporasi-korporasi asing bisa masuk ke Pertamina," ungkapnya lagi.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Petani Mendapat Sosialisasi...
Petani Mendapat Sosialisasi Keamanan Seiring Gas JTB Mulai Dialirkan
Pertamina Mulai Berlakukan...
Pertamina Mulai Berlakukan Transaksi Non Tunai
Penjualan Kondensat...
Penjualan Kondensat Pertamina EP Subang Field
Pertamina EP Donggi...
Pertamina EP Donggi Matindok Field Dorong Perekonomian Kelompok Wanita Banggai
PEP Prabumulih Field...
PEP Prabumulih Field Dukung Gerakan Ketahanan Pangan
Restrukturisasi Pertamina...
Restrukturisasi Pertamina Ditegaskan Sesuai Buku Putih dan Roadmap BUMN
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
5 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
6 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
7 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
9 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
9 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
9 jam yang lalu
Infografis
12 Terlapor dalam Kasus...
12 Terlapor dalam Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved