Tarif Tinggi AS Bakal Menampar Impor dari China hingga Rp286,5 Triliun

Jum'at, 17 Mei 2024 - 13:03 WIB
loading...
Tarif Tinggi AS Bakal...
Kebijakan tarif tinggi AS akan mempengaruhi impor dari China senilai USD18 miliar atau setara Rp286,5 triliun. Foto/Ilustrasi, bofbulletin
A A A
JAKARTA - Amerika Serikat (AS) meningkatkan tarif bea masuk terhadap beberapa produk- produk China , yang diklaim Gedung Putih sebagai langkah terbaru untuk melindungi pekerja dan bisnis Amerika. Langkah-langkah tersebut akan mempengaruhi impor senilai USD18 miliar atau setara Rp286,5 triliun (Kurs Rp15.918 per USD) termasuk di antaranya baja dan aluminium, semikonduktor, mineral penting, dan panel surya.

Dalam kebijakan baru tersebut, AS bakal melipatgandakan bea masuk untuk kendaraan listrik (EV) menjadi lebih dari 100% dan memberlakukan pungutan baru pada chip komputer, panel surya dan baterai lithium-ion.

Baca Juga: AS Kerek Tarif Produk China 3 Kali Lipat, Siap-siap Perang Dagang Memanas

Pejabat pemerintahan Biden mengklaim langkah-langkah itu datang sebagai tanggapan atas "praktik perdagangan tidak adil" selama bertahun-tahun oleh China . Termasuk di antaranya transfer teknologi secara paksa, pelanggaran kekayaan intelektual, dan peretasan dunia maya terhadap bisnis Amerika.

"China menggunakan pedoman yang sama dengan sebelumnya untuk menggerakkan pertumbuhan ekonomi mereka dengan mengorbankan orang lain lewat terus berinvestasi, meskipun kelebihan kapasitas China dan membanjiri pasar global dengan ekspor yang underpriced karena praktik yang tidak adil," kata Penasihat Ekonomi Nasional Gedung Putih, Lael Brainard kepada wartawan seperti dilansir RT.

Baca Juga: AS Kesal China Terus-menerus Dukung Putin dalam Perang Ukraina

Perubahan tarif dibenarkan oleh Perwakilan Dagang AS Katherine, yang menuduh China mencuri kekayaan intelektual AS dan mengklaim bahwa dalam beberapa kasus Beijing telah menjadi "lebih agresif" dengan intrusi cyber yang menargetkan teknologi Amerika.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Purbaya Siap Terbitkan...
Purbaya Siap Terbitkan Panda Bond 23 Juli 2026, Bidik Dana dari China Rp18 Triliun
AS Ancam Tarif 100%...
AS Ancam Tarif 100% Bagi Pembeli Minyak Rusia, China Meradang dan Siapkan Pembalasan
Ekonomi China Kuartal...
Ekonomi China Kuartal II Tumbuh 4,3%, Terendah dalam 3 Tahun Terakhir
Teluk Kembali Memanas,...
Teluk Kembali Memanas, China Siaga Jaga Produksi BBM Tetap Tinggi
Industri Plastik Tertekan...
Industri Plastik Tertekan Impor Murah China, Pabrik Mulai Pangkas Jam Kerja
Rahasia Industri Logam...
Rahasia Industri Logam Tanah Jarang China Dibongkar Ilmuwan, AS-Jepang Pegang Kunci Mineral Langka!
Mengancam Bumi, China...
Mengancam Bumi, China Siap Pindahkan Asteroid 2015 XF261
China Pastikan Kendaraan...
China Pastikan Kendaraan Listrik Berukuran Besar Merusak Jalan
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
Rekomendasi
Gelar Operasi Sumbing...
Gelar Operasi Sumbing Gratis, MNC Peduli dan Smiletrain Indonesia Gandeng RS Azra Bogor
Puluhan Organisasi Tolak...
Puluhan Organisasi Tolak Penerapan PP No 28/2024 Tentang Kesehatan
Sebut Ada 3 Kancil Politik...
Sebut Ada 3 Kancil Politik Indonesia, Prabowo: Kalau Berkumpul, Bahaya
Berita Terkini
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, Jasa Raharja Ajak Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan
Gonjang-ganjing Sektor...
Gonjang-ganjing Sektor Energi, Singapura Rombak Kabinet Besar-besaran
Di Balik Penghargaan...
Di Balik Penghargaan CCEPC Indonesia, Gao Hai Komitmen Bangun Kemitraan Jangka Panjang
Pertamina Trans Kontinental...
Pertamina Trans Kontinental Ajak Siswa Lestarikan Ekosistem Laut
PLN EPI Tawarkan Kontrak...
PLN EPI Tawarkan Kontrak hingga 5 Tahun untuk Pemasok Biomassa
Ancaman Blokade Laut...
Ancaman Blokade Laut Merah, Asia Nego Arab Saudi Alihkan Rute Tanker Minyak ke Afrika
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved