PNM Berencana Catatkan Saham di BEI pada 2018
Senin, 17 November 2014 - 18:38 WIB
PNM Berencana Catatkan Saham di BEI pada 2018
A
A
A
JAKARTA - PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM berencana mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada empat tahun mendatang atau 2018.
Direktur Utama Permodalan Nasional Madani Parman Nataatmadja mengatakan, untuk melepaskan saham perdana ke publik atau intial pubilc offering (IPO), perseroan harus mempunyai aset kuat.
"IPO rencanannya bisa 2017 atau 2018 karena setelah tahun 2017 perseroan memiliki aset yang cukup kuat," kata Parman usai menghadiri paparan publik Obligasi Berkelanjutan I PNM Tahun 2014 di Jakarta, Senin (17/11/2014).
Meskipun perusahaan pembiayaan pelat merah tersebut membukukan pertumbuhan outstanding pembiayaan setiap tahunnya, namun hal ini tidak didukung dengan peningkatan aset perusahaan.
"Aset tidak tumbuh karena pelaku usaha mikro kecil (UMK) menggunakan pinjaman jangka pendek," imbuhnya.
Sementara itu, Direktur Keuangan dan Operasi Permodalan Nasional Madani Kemas Hasani menambahkan, perseroan setiap bulannya mencatat pembiayaan outstanding rata-rata sebesar Rp200 miliar hingga Rp250 miliar.
"Banyak nasabah yang melakukan pelunasan dini, sehingga aset kita sulit tumbuh per bulannya," papar dia.
Direktur Utama Permodalan Nasional Madani Parman Nataatmadja mengatakan, untuk melepaskan saham perdana ke publik atau intial pubilc offering (IPO), perseroan harus mempunyai aset kuat.
"IPO rencanannya bisa 2017 atau 2018 karena setelah tahun 2017 perseroan memiliki aset yang cukup kuat," kata Parman usai menghadiri paparan publik Obligasi Berkelanjutan I PNM Tahun 2014 di Jakarta, Senin (17/11/2014).
Meskipun perusahaan pembiayaan pelat merah tersebut membukukan pertumbuhan outstanding pembiayaan setiap tahunnya, namun hal ini tidak didukung dengan peningkatan aset perusahaan.
"Aset tidak tumbuh karena pelaku usaha mikro kecil (UMK) menggunakan pinjaman jangka pendek," imbuhnya.
Sementara itu, Direktur Keuangan dan Operasi Permodalan Nasional Madani Kemas Hasani menambahkan, perseroan setiap bulannya mencatat pembiayaan outstanding rata-rata sebesar Rp200 miliar hingga Rp250 miliar.
"Banyak nasabah yang melakukan pelunasan dini, sehingga aset kita sulit tumbuh per bulannya," papar dia.
(rna)
Lihat Juga :