Puskepi Ibaratkan Mafia Migas seperti Hantu

Selasa, 18 November 2014 - 12:48 WIB
Puskepi Ibaratkan Mafia...
Puskepi Ibaratkan Mafia Migas seperti Hantu
A A A
JAKARTA - Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) meminta peran Tim Reformasi Tata Kelola Migas atau Komite Pemberantas harus didukung semua pihak dalam memberantas mafia minyak dan gas (migas), yang seperti hantu.

"Saya mendukung sepenuhnya upaya pemberantasan mafia migas dan berharap upaya itu didukung penuh oleh presiden, KPK, Kejagung, Polri dan kelompok masyarakat yang anti mafia migas," kata Sofyano Zakaria di Jakarta, Selasa (18/11/2014).

Dia menjelaskan, sulit membuktikan mafia migas secara hukum atau kasat mata. Pasalnya, secara hukum tidak akan pernah bisa didapati nama seseorang yang diduga mafia migas, serta dalam akta-akta perusahaan yang bergerak dalam perdagangan crude oil atau BBM ke Pertamina.

Namun publik bisa mengendus bahwa ada mafia migas dibalik perusahaan-perusahan tertentu. Publik juga mengetahuinya secara sistem atau prosedur pada tender pembelian minyak, perusahaan tersebut juga bisa dibuktikan tidak melanggar aturan yang ada, tetapi publik bisa meyakini ada peran mafia migas dibalik itu.

"Mafia migas ibarat hantu, semua orang meyakini adanya hantu yang selalu berbuat jahat, menakutkan dan menjadi momok bagi manusia, namun kita tidak pernah tahu bagaimana wujud hantu itu," ungkapnya.

Penyelidikan yang cerdas terhadap ada atau tidaknya mafia migas dalam jual beli minyak bagi Indonesia dan pemberantasan mafia migas akan sangat membantu menghapus tudingan negatif bagi pekerja, misalnya pada badan yang menangani jual minyak bagi negeri ini.

Sofyano berharap, pemerintah selain membentuk tim reformasi tata kelola migas, juga segera membentuk Badan Kkhusus Pemberantas Mafia Migas, yang kedudukannya langsung di bawah presiden.

Sementara itu, terhadap badan trader milik Pertamina, yaitu Pertamina Energy Services (PES) yang selama ini merupakan trading resmi Pertamina, juga diperkuat dengan menempatkan orang KPK sebagai komisaris independen pada PES.

Selain itu, juga menempatkan orang-orang dari BPK dan BPKP sebagai tenaga internal audit di PES, sehingga akan mampu menjawab desakan elit masyarakat dan elit politik yang menilai negatif terhadap ISC, Pertamina dan PES.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
10 Produsen Migas Terbesar...
10 Produsen Migas Terbesar yang Berada di Indonesia
Urgensi Revisi UU Migas...
Urgensi Revisi UU Migas No. 22/2001: Langkah Strategis Menuju Ketahanan Energi Nasional
Realisasi Produksi Migas...
Realisasi Produksi Migas PHE ONWJ
SKK Migas Gelar Supply...
SKK Migas Gelar Supply Chain & National Capacity Summit 2024
ENRG Tegaskan Komitmen...
ENRG Tegaskan Komitmen Transparansi, Kinerja Investasi, dan Prospek Bisnis Berkelanjutan
28 Kesepakatan Migas...
28 Kesepakatan Migas Berpotensi Datangkan Penerimaan Rp35 Triliun
Berita Terkini
Dasco Panggil Menkeu...
Dasco Panggil Menkeu dan Gubernur BI: Evaluasi Perkembangan Ekonomi
2 jam yang lalu
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
4 jam yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
5 jam yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
15 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
15 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
16 jam yang lalu
Infografis
Militer Israel akan...
Militer Israel akan Jadikan Tepi Barat seperti Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved