Superblok Dekat Bandara Tumbuh Subur

Rabu, 19 November 2014 - 11:05 WIB
Superblok Dekat Bandara...
Superblok Dekat Bandara Tumbuh Subur
A A A
SEPULUH tahun mendatang aktivitas Bandara Soekarno Hatta (Soetta) diperkirakan akan tumbuh sekitar 4,1 sampai 5,7% per tahun.

Saat ini kapasitas bandara utama Indonesia itu 22 juta penumpang per tahun, dan akan ditingkatkan lagi jadi 63 juta penumpang per tahun. Saking padatnya Bandara Soetta, sampai-sampai pemerintah harus membuka Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, untuk penerbangan komersial. Saat ini baru satu penerbangan komersial yang resmi beraktivitas di Halim, itu pun rutenya terbatas. Bandara Soetta bagaimana pun masih jadi bandara utama.

Peningkatan kapasitas ini akan membuat aktivitas Bandara semakin tinggi dan berimbas pada meningkatnya kebutuhan hunian, perkantoran, komersial, dan pergudangan. Tren ini ditangkap kalangan pengembang properti dengan menggarap lahan di sekitarnya Bandara. Salah satunya PT Intiland Development Tbk yang tengah mengembangkan Aeropolis seluas 105 hektare yang berlokasi di Jl Marsekal Suryadarma, sekitar 1 kilometer dari Bandara.

Sejak dikembangkan dua tahun lalu proyek multifungsi ini sudah memasarkan 16 tower apartemen, sebelas tower Aeropolis Residence (AR) 1 dan 2 serta Crystal Residence. Sebagian dari 1.400 unit yang sudah terjual kini telah dihuni. Saat ini Intiland sedang membangun dua tower AR 3, masing-masing sebanyak 458 unit. Menurut Didik Riyanto, Direktur PT Perkasa lestari Utama (Intiland Group), pengembang Aeropolis, hingga kuartal III/2014 pihaknya sudah menjual lebih dari 1.000 unit apartemen.

Selain tower 3 dan 5 dari AR3, tower 3 Crystal Residence, masing-masing tinggal menyisakan 100 dan 15 unit lagi. Targetnya tahun ini habis terjual. Bulan depan Aeropolis akan melepas seri terbarunya yang diberi nama Onyx Residence. Onyx terdiri atas dua tower, masing-masing 200 dan 180 unit. Ada beberapa tipe, mulai ukuran 18–6 m2 (2BR) seharga Rp190 juta hingga Rp550 juta.

“Ukuran unitnya sedikit lebih lega,” imbuhnya. Aeropolis juga akan memasarkan unit warehouse. Pemasarannya sudah dimulai tetapi belum dilakukan secara gencar. Tipenya beragam, 9?30 meter persegi sampai 15?26 meter persegi. “Ukuran customized dimungkinkan, selama tidak mengubah desain secara drastis,” kata Didik.

PT Sarana Bhakti Angkasa juga tengah menggarap lahan seluas 88 hektare di tepi jalan Raya Kampung Melayu, Teluk Naga, Tangerang, Banten. Dari pintu M1 (pintu belakang Bandara) jaraknya sekitar 3 kilometer. Sebagian areanya berbatasan dengan Bandara Soetta di sisi utara. The Airport City dikembangkan dengan konsep mixed use development (kawasan multifungsi).

Selain apartemen, akan dibangun office building, office parks, mal, light warehouses, ruko, hotel dan convention center berkapasitas 10.000 orang. Pengembang masih akan melengkapi kawasan itu dengan sekolah dan rumah sakit. Pembangunan fasilitas mengacu pada tagline The City Airport, yakni live, work, play and fly. “Intinya, ini adalah sebuah kawasan terintegrasi, di mana semua kebutuhan bisa terpenuhi di sini,” kata Direktur PT Sarana Bhakti Angkasa Hardianto.

Pengembangan Airport City untuk mendukung aktivitas bandara yang kian sibuk dan tidak semuanya dapat dipenuhi oleh fasilitas yang ada di dalam area bandara. Pengembangan tahap pertama mencakup light warehouses, kompleks ruko, apartemen, dan hotel di area seluas 20 hektare. Adapun, pemasarannya sudah berlangsung sejak akhir tahun lalu. Dari 10 unit ruko yang dilansir, tersisa tiga unit, sementara 14 unit light warehousessudah habis. Saat ini dipasarkan dua tower apartemen yang merangkum 658 unit hunian.

Di apartemen setinggi 12 lantai itu, 2 lantai terbawahnya akan dijadikan area komersial dan lantai-lantai berikutnya menjadi unit apartemen. Apartemen ini Memiliki tiga tipe yaitu studio (33 meter persegi) 2 BR (42 meter persegi), dan penthouse. Tipe penthouse harganya berkisar Rp300 juga hingga Rp500 jutaan. Lebih jauh dia mengungkapkan, pihaknya berencana membangun dua hotel bintang lima untuk menampung para wisatawan yang transit ataupun konsumen lain.

Pembangunannya sudah dimulai, ruko direncanakan mulai serah terima pada Mei 2015. Sementara, pembangunan apartemen akan dimulai di kuartal III/2015. Lalu ada pula perkantoran, convention hall berkapasitas 10.000 orang, dan mal. “Di sini kantidak ada mal, kita akan bangun mal yang beda. Mungkin dengan duty free yang besar,” ungkap Hardianto.

Menurut Hardianto, proyek ini akan mendukung pengembangan Bandara Soetta menjadi world class airport.

Rendra hanggara
(ars)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
5 Pengusaha Properti...
5 Pengusaha Properti Dunia Terkaya
Re/Max Solusi Ajak Generasi...
Re/Max Solusi Ajak Generasi Muda Terlibat dan Investasi Properti
Properti Pulih Lebih...
Properti Pulih Lebih Cepat, Daya Beli Bangkit Lebih Kuat
Diskusi Bedah Potensi...
Diskusi Bedah Potensi Properti di tahun 2022
Pameran Properti di...
Pameran Properti di Surabaya Dorong Gairah Pasar Hunian Awal 2026
7 Alasan Kenapa Harus...
7 Alasan Kenapa Harus Memilih Investasi Properti
Berita Terkini
Mendorong Standar Baru...
Mendorong Standar Baru Hilirisasi Nikel Berkelanjutan Tengah Tuntutan Global
19 menit yang lalu
DPR Sahkan Revisi UU...
DPR Sahkan Revisi UU PPSK Hari Ini, Berikut Poin-poin Lengkapnya
1 jam yang lalu
Ayo Belajar Cara Investasi...
Ayo Belajar Cara Investasi ETF di IG Live MNC Sekuritas: Investasi Simpel dengan Diversifikasi Otomatis
1 jam yang lalu
Mengenal Lipstick Effect,...
Mengenal Lipstick Effect, Alasan Mal dan Coffee Shop Tetap Ramai di Tengah Krisis Ekonomi
1 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp15.000 per Gram, Serok atau Jual?
2 jam yang lalu
PINDEX 2026 Dibuka,...
PINDEX 2026 Dibuka, Pertamina Patra Niaga Tampilkan Inovasi Engineering Energi Hilir
3 jam yang lalu
Infografis
Ekonomi Indonesia Tumbuh...
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,12% di Kuartal II 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved