BI Upayakan Laju Inflasi Turun Bertahap

Jum'at, 21 November 2014 - 11:03 WIB
BI Upayakan Laju Inflasi...
BI Upayakan Laju Inflasi Turun Bertahap
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) dalam satu dekade ke depan akan mengupayakan tingkat inflasi secara bertahap menurun .

Pasalnya kestabilan ekonomi makro, dengan inflasi yang terjaga pada laju yang rendah menjadi modal penting bagi pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat pada tahun depan.

Gubernur Bank Indonesia Agus D.W Martowardjojo mengatakan, untuk itu kebijakan moneter berbasis sasaran inflasi (inflation targeting framework) akan terus dilanjutkan dan diperkuat.

"Kita berharap kestabilan makro akan bisa dijaga dan terus dipelihara, sehingga gairah perekonomian akan bisa kembali ke situasi yang seharusnya," kata Agus saat sambutan acara Bankers Dinner 2014 di Jakarta, Kamis (20/11/2014) malam.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, koordinasi kebijakan dengan pemerintah pusat dan daerah dalam rangka pengendalian inflasi melalui forum Tim Pengendali Inflasi (TPI) dan TIPD Daerah (TPID) akan diteruskan, dan komunikasi kebijakan kepada publik ditingkatkan.

Menurutnya, pencapaian sasaran inflasi jangka menengah hingga panjang tersebut untuk menuntut efektivitas transmisi kebijakan moneter karena didukung pasar uang dan pasar valas yang berfungsi dengan baik.

"Kami juga melihat bahwa upaya menjaga stabilitas ekonomi makro perlu didukung oleh prinsip kehati-hatian yang sama di dunia usaha, terutama yang memperoleh pinjaman luar negeri," ungkapnya.

Terkait ini, dia menambahkan, BI mewajibkan korporasi melakukan lindung nilai dengan menerapkan aturan hedging ratio dan memelihara kecukupan likuiditas valas dengan menerapkan aturan liquidity ratio.

Menurutnya, pengembangan pasar lindung nilai akan menjadi salah satu prioritas kebijakan pendalaman pasar keuangan.

"Untuk itu, kami bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah membentuk komite pasar valuta asing, melakukan deregulasi dan menyederhanakan beberapa ketentuan guna mempermudah transaksi lindung nilai, mendorong aktivitas interbank repo, serta menerbitkan market conduct," papar dia.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BI Beber Tiga Tantangan...
BI Beber Tiga Tantangan Pengendalian Inflasi di Jatim
Bos BI Sebut Inflasi...
Bos BI Sebut Inflasi Indonesia Termasuk Terendah di Dunia
BI Buka Ruang Penurunan...
BI Buka Ruang Penurunan Suku Bunga Acuan, Ini 2 Pertimbangan Utama
Tekan Inflasi Pangan,...
Tekan Inflasi Pangan, Bank Indonesia Dorong Pemanfaatan Lahan Kosong Perkotaan
Jelang Hari Raya Iduladha,...
Jelang Hari Raya Iduladha, BI Perwakilan Jakarta Pastikan Harga Pangan Terkendali
Tok, BI Tahan Suku Bunga...
Tok, BI Tahan Suku Bunga Acuan di Level 5,75%
Berita Terkini
IFG Life Lindungi Lebih...
IFG Life Lindungi Lebih dari 20.000 Peserta BTN JAKIM 2026
15 menit yang lalu
DADA Buka Registrasi...
DADA Buka Registrasi RUPST 19 Juni, Siapkan Dividen Rp2 Miliar
28 menit yang lalu
Antisipasi Lonjakan...
Antisipasi Lonjakan Harga Obat, BPOM Permudah Perizinan Bahan Baku Impor
39 menit yang lalu
Rupiah Hari Ini Ditutup...
Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat, Kurs Dolar AS Kini di Rp17.860
54 menit yang lalu
Pemutakhiran NIK Jadi...
Pemutakhiran NIK Jadi Kunci Pembebasan PBB-P2 di Jakarta
1 jam yang lalu
ESDM Menjawab Isu Pasokan...
ESDM Menjawab Isu Pasokan Batubara Jadi Penyebab Pemadaman Listrik di Pulau Jawa
2 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Gen Z Nepal...
7 Alasan Gen Z Nepal Turun ke Jalan, Paksa PM KP Sharma Mundur
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved