Pemerintah Optimis Tak Bergantung Impor Lagi
Jum'at, 21 November 2014 - 11:28 WIB
Pemerintah Optimis Tak Bergantung Impor Lagi
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah optimis tidak akan lagi bergantung pada impor, setelah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
Sebab, dana yang sebelumnya dialokasikan untuk subsidi BBM, dialihkan untuk memperbaiki irigasi dan cold storage untuk meningkatkan produksi bahan pokok di Indonesia.
"Sebab itu dengan kita perbaiki (alokasi dana), dana-dana akan dialokasikan untuk perbaiki irigasi, memperkuat mesin kepada nelayan, memperbaiki cold storage," tutur Menko Perekonomian Sofyan Djalil di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Jumat (21/11/2014).
Selain itu, akibat terlalu banyaknya subsidi untuk keperluan konsumtif, Indonesia kekurangan listrik. Wilayah di luar pulau Jawa, bahkan harus menikmati hidupnya tanpa dialiri listrik.
"Sebab itu, pemerintah yakin bahwa mengalokasikan subsidi yang konsumtif selama ini, kearah investasi produktif, ada sesuatu yang kita bisa bangun, jalan, pelabuhan, irigasi. Kita bantu petani dengan bibit yang baik. Sehingga kita enggak perlu tergantung pada impor," jelas dia.
Sofyan mengaku heran, Indonesia yang notabenenya negara agraria, masih saja ketergantungan terhadap impor barang kebutuhan pokok, seperti cabai dan bawang.
"Masa bayangkan, negeri ini negeri agraria yang begitu besar, sepanjang tahun boleh kita tanam. Kita impor hampir semuanya selama ini produk pertanian. Cabai saja kita impor. Ada something really wrong," tandasnya.
Sebab, dana yang sebelumnya dialokasikan untuk subsidi BBM, dialihkan untuk memperbaiki irigasi dan cold storage untuk meningkatkan produksi bahan pokok di Indonesia.
"Sebab itu dengan kita perbaiki (alokasi dana), dana-dana akan dialokasikan untuk perbaiki irigasi, memperkuat mesin kepada nelayan, memperbaiki cold storage," tutur Menko Perekonomian Sofyan Djalil di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Jumat (21/11/2014).
Selain itu, akibat terlalu banyaknya subsidi untuk keperluan konsumtif, Indonesia kekurangan listrik. Wilayah di luar pulau Jawa, bahkan harus menikmati hidupnya tanpa dialiri listrik.
"Sebab itu, pemerintah yakin bahwa mengalokasikan subsidi yang konsumtif selama ini, kearah investasi produktif, ada sesuatu yang kita bisa bangun, jalan, pelabuhan, irigasi. Kita bantu petani dengan bibit yang baik. Sehingga kita enggak perlu tergantung pada impor," jelas dia.
Sofyan mengaku heran, Indonesia yang notabenenya negara agraria, masih saja ketergantungan terhadap impor barang kebutuhan pokok, seperti cabai dan bawang.
"Masa bayangkan, negeri ini negeri agraria yang begitu besar, sepanjang tahun boleh kita tanam. Kita impor hampir semuanya selama ini produk pertanian. Cabai saja kita impor. Ada something really wrong," tandasnya.
(izz)
Lihat Juga :