Lembaga Keuangan Kurang Percaya pada Nelayan

Jum'at, 21 November 2014 - 12:45 WIB
Lembaga Keuangan Kurang...
Lembaga Keuangan Kurang Percaya pada Nelayan
A A A
JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai, lembaga keuangan kurang percaya terhadap nelayan. Hal inilah yang menjadi kendala bagi nelayan selama ini untuk mengakses keuangan.

Anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Kusumaningtuti S Soetiono mengatakan, lembaga keuangan menganggap risiko yang dimiliki nelayan lebih besar dibading perajin atau petani.

"Jadi mereka lebih berhati-hati dalam menyalurkan. Itu pandangan yang bisa dikoreksi sebetulnya," ujar dia di gedung OJK, Jakarta, Jumat (21/11/2014).

Kusuma mengatakan, pihaknya memberikan konfiden bagi lembaga keuangan agar program ini berjalan dengan baik terhadap nelayan.

"Kan penting juga bisnis model apa yang lebih baik untuk kita terjemahkan di dalam mekanisme pembiayaan," ujarnya.

Sementara, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan, dengan adanya asuransi mestinya kekhawatrian risiko terhadap nelayan bisa dapat diatasi dengan baik.

"Pengalaman saya pribadi, nelayan itu jarang ngemplang kredit. Ditegaskan sedikit saja ke mereka, pasti mereka patuh," katanya.

Dia menjelaskan, untuk bisnis modelnya akan dibantu alat tangkapnya, kemudian lebih modern fasilitas ulitisasinya seperti mesin es, pasaar ikan, kapal besar dengan cold storage.

Untuk nelayan kecil, mereka paling senang dan paling penting memiliki mesin es. Paling tidak ada di kecamatan.

"Kemudian pasar ikan kecil-kecil, 5x10 meter pun, paling tidak itu ada, asal mereka bisa taruh poduknya. Untuk pembinaan, kami fokus dulu di utara, karena di utara sedikit beda gaya hidupnya dari selatan. Utara lelaki lebih kuat, namun duitnya banyak habis," pungkas Susi.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
OECD/INFE - OJK Conference...
OECD/INFE - OJK Conference di Bali
OJK Gelar Edukasi Keuangan...
OJK Gelar Edukasi Keuangan untuk Pelajar
Bikin Cemas Banyak Orang,...
Bikin Cemas Banyak Orang, Ini Detail Aturan Main POJK Stimulus Covid-19
OJK Beri Dua Stimulus...
OJK Beri Dua Stimulus Lanjutan Bagi Sektor Industri Keuangan Non Bank
OJK Pastikan Sektor...
OJK Pastikan Sektor Jasa Keuangan Pada Level Terkendali
OJK Menyadari Pentingnya...
OJK Menyadari Pentingnya GRC Terintegrasi di Sektor Jasa Keuangan
Berita Terkini
IHSG Berakhir Longsor...
IHSG Berakhir Longsor 1,70% ke Posisi 5.839, Ada 651 Saham Berjatuhan
10 menit yang lalu
Harga Avtur Makin Mahal,...
Harga Avtur Makin Mahal, Maskapai Raksasa AS Mendadak Batalkan 6 Rute Penerbangan!
17 menit yang lalu
BI Respons Rupiah Tembus...
BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI
2 jam yang lalu
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
3 jam yang lalu
Pastikan Kelancaran...
Pastikan Kelancaran Pemulangan Jemaah Haji, Garuda Indonesia Intensif Koordinasi dengan Arab Saudi
3 jam yang lalu
DSI Dinilai Bisa Perkuat...
DSI Dinilai Bisa Perkuat Ekspor dan Transparansi Tata Kelola SDA
4 jam yang lalu
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved