Modernisasi Jaringan, Indosat Siapkan Rp10,8 T

Jum'at, 21 November 2014 - 13:19 WIB
Modernisasi Jaringan,...
Modernisasi Jaringan, Indosat Siapkan Rp10,8 T
A A A
JAKARTA - PT Indosat Tbk (ISAT) mengalokasikan dana USD900 juta atau setara Rp10,8 triliun (Rp12.000/USD) untuk modernisasi jaringan guna mendukung pengembangan teknologi baru Long Term Evolution (LTE) atau 4G.

Presiden Direktur Indosat Alexander Rusli mengatakan perseroan telah mengalokasikan dana untuk peningkatan teknologi jaringan internet mobile generasi keempat tersebut sejak tahun lalu. Jika pada tahun lalu teknologi jaringan LTE baru bisa digunakan di wilayah Bali, maka saat ini teknologi jaringan 4G dapat dinikmati hingga 23 kota di seluruh Indonesia.

”Untuk modernisasi jaringan pendanaannya sudah berjalan dari tahun lalu. Tahun lalu sekitar USD900 juta, sedangkan tahun ini kurang lebih sama dan tahun depan seharusnya lebih sedikit karena tinggal tiga kota yang akan kita modernisasi lagi jaringannya,” kata Alex seusai menghadiri HUT-47 Indosat di Jakarta, kemarin.

Dia mengatakan, perseroan pada tahun depan berencana mengalokasikan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp7 triliun. Menurutnya, sebagian besar dana capex 2015 akan digunakan perseroan untuk peningkatan teknologi di bidang jaringan, termasuk di antaranya penambahan tower.

”Modernisasi teknologi sebenarnya kita sudah lakukan sejak 2013 lalu. Untuk jaringan 4G mungkin sudah bisa kita komersialkan, tapi di Indonesia penggunaan handset masih banyak di 900 Mhz, padahal di ekosistem harusnya di 1.800 Mhz,” paparnya. Alex mengungkapkan, perseroan belum bisa menjelaskan porsi pendanaan internal dan eksternal untuk membiayai capex tahun depan.

Dengan alokasi belanja modal tersebut, perseroan membidik pendapatan meningkat sebesar 5% pada tahun depan. Perolehan revenue di 2015 di proyeksi sebagian besar atau 70% berasal dari layanan data. Untuk itu perseroan akan terus meningkatkan jaringan khususnya di sejumlah wilayah yang lebih tinggi permintaan untuk layanan datanya.

Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengatakan operator seluler dapat mengoperasikan 4G LTE secara komersial mulai kuartal II/ 2015. Sedangkan pada akhir bulan depan, kata dia, pemerintah akan menerbitkan sertifikasi surat laik operasi untuk teknologi LTE 4G.

”Untuk teknologi 4G pemerintah belum bisa menetapkan harganya, yang pasti harga data yang ada saat ini lebih murah dibandingkan negara lain. Misalnya India tiga kali lebih mahal dari pada kita untuk biaya persatu detiknya,” kata Rudi di tempat yang sama.

Heru febrianto
(bbg)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Bunga Mulai 1,75%! BRI...
Bunga Mulai 1,75%! BRI KPR Hadirkan Solusi Paling Ringan untuk Miliki Rumah Impian
5 menit yang lalu
Danantara Bantah Isu...
Danantara Bantah Isu Pemilik Tabungan Rp3 Miliar Wajib Beli Patriot Bond
11 menit yang lalu
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
26 menit yang lalu
IFG Life Beri Proteksi...
IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
28 menit yang lalu
Purbaya Kembali Tepis...
Purbaya Kembali Tepis Rumor Reshuffle dan Resign: Saya Sukanya Maju, Bukan Mundur
32 menit yang lalu
Bukan Sekadar Bisnis,...
Bukan Sekadar Bisnis, Sektor Keuangan Mikro Integrasikan Kelestarian Alam ke Dalam Ekosistem UMKM
32 menit yang lalu
Infografis
Ilmuwan Siapkan AI untuk...
Ilmuwan Siapkan AI untuk Mengetahui Datangnya Kematian
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved