Ini Senjata Susi Hapus Illegal Fishing

Jum'at, 21 November 2014 - 15:48 WIB
Ini Senjata Susi Hapus...
Ini Senjata Susi Hapus Illegal Fishing
A A A
JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan, larangan transhipment yang sedang diberlakukan untuk semua ikan di perairan, harus digerakkan secara total.

Susi mengatakan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan melakukan freeze untuk banyak ikan, karena semua indikasinya lebih banyak pada ekspor ilegal.

"Akhirnya pelabuhan kita enggak hidup. Kita mau bangun pelabuhan, pengusaha bangun cold storage tapi mereka enggak dapat bahan baku. Dan bahan bakar kebutuhan nasional tidak bisa terdeteksi karena adanya transhipment," jelasnya di kantor KKP, Jakarta, Jumat (21/11/2014).

Jadi, lanjut dia, pengalihannya bukan ikan, namun pengalihan BBM, pengalihan logistik yang di tengah laut akan mensupport illegal fishing. Ini seharusnya dihentikan dan semuanya harus ke pelabuhan dan tidak ada yang boleh main-main.

"Salah satu penunjang moratorium dalam merivitalisasi industri perikanan dan kelautan Indonesia itu dengan pelarangan transhipment tadi. Memang banyak yang protes," ujar Susi.

Susi juga mengatakan, transhipment yang dilakukan untuk pengambilan ikan hidup itu, diakui di Natuna dikirim ke Hongkong, dan mereka mengambil ikan kerapu dan napoleon.

"Napoleon itu ikan yang enggak mungkin ditangkap dengan pancing atau dengan jala. Napoleon itu bisanya ditangkap pakai dinamit. Jadi, ya harus dihentikan," katanya.

Menurutnya, jika transhipment dibuka, kapal juga tidak bisa menjaga. Karena orang masih bisa beroperasi di laut lepas.

"Jadi kita kunci dari logistiknya. Selama logistiknya masih mungkin, selama itu juga kita punya illegal fishing tetap merajalela di laut. Jadi, salah satu pengawal paling kuat untuk moratorium dan illegal fishing ini adalah larangan transhipment," pungkas Susi.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kementerian Kelautan...
Kementerian Kelautan dan Perikanan Berhentikan Dirjen Perikanan Tangkap
Menteri Kelautan dan...
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo Ditangkap KPK
Meski Ada Pandemi, Nilai...
Meski Ada Pandemi, Nilai Ekspor Perikanan Meningkat Jadi USD1,24 Miliar
RI Rangking 4 Eksportir...
RI Rangking 4 Eksportir Perikanan ke China, Atdag: Aturan Rumit
KKP Berikan Stimulus...
KKP Berikan Stimulus Bagi Pembudidya Ikan
Dorong Industrialisasi...
Dorong Industrialisasi Rumput Laut Nasional Demi Genjot Nilai Ekspor
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
4 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
4 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
4 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
6 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
6 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
6 jam yang lalu
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved