Pendapatan Sierad Tergerus Turunnya Permintaan

Senin, 24 November 2014 - 12:45 WIB
Pendapatan Sierad Tergerus...
Pendapatan Sierad Tergerus Turunnya Permintaan
A A A
JAKARTA - Meningkatnya produksi bibit ayam potong atau day old chicken (DOC) di tengah menurunnya permintaan memberi dampak pada menurunnya pendapatan PT Sierad Produce Tbk (SIPD).

Wakil Direktur Utama PT Sierad Produce Tbk (SIPD) Eko Putro Sandjojo mengatakan, sentimen lainnya yang mempengaruhi adalah dari luar negeri, berupa diakhirinya program stimulus moneter di Amerika Serikat (AS) mendorong menguatnya USD dan menekan rupiah.

"Kemudian harga komoditi turun, income petani jadi berkurang, sehingga daya beli ikut berkurang," kata dia di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Senin (24/11/2014).

Padahal, menurut dia, produk DOC sedang mengalami produksi besar-besaran bahkan mengalami kelebihan pasokan.

"Dalam empat tahun terkahir lebih dari 100% kenaikan kapasitas produksi DOC karena semua investasi. Produksi kapasitas DOC naik diperkirakan 55 juta-60juta per minggu, padahal demand-nya hanya 40 juta-43 juta. Ini kelebihan suplai," tutur dia.

Dia menambahkan, kelebihan suplai ini mengakibatkan harga ayam dan DOC selama setahun ini relatif menurun.

"Makanya setahun ini harga ayam sama DOC relatif tidak bagus. Problem komoditi, jika demand turun 10%, suplai tidak disesuaikan 10%, harganya bisa turun 50%. Makanya, kemarin harga DOC sampai Rp500, harga ayam Rp9.000-an padahal cost-nya Rp15.000-an," pungkasnya.

Untuk menyikapi kondisi ini, perseroan akan melakukan penyesuaian antara cost dan demand.

Sekadar informasi, laba tahun berjalan perusahaan hingga akhir kuartal III tahun ini sebesar Rp3,01 miliar, turun 56,06% dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp6,85 miliar. Turunnya laba disebabkan anjloknya penjualan sebesar 38,11% menjadi Rp1,9 triliun dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp3,07 triliun.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
PT GRP Tbk Jadi Pelanggan...
PT GRP Tbk Jadi Pelanggan Terbesar PLN
Dipolisikan, PT Darmi...
Dipolisikan, PT Darmi Bersaudara Tbk Nilai Ada Upaya Kriminalisasi
Beri Cek Kosong, Dirut...
Beri Cek Kosong, Dirut PT Darmi Bersaudara Tbk Dipolisikan
Pemkab Terima Bantuan...
Pemkab Terima Bantuan Tabung Oksigen dari PT Timah Tbk
MNC Land Ganti Nama...
MNC Land Ganti Nama Jadi PT MNC Tourism Indonesia Tbk
PT MNC Vision Networks...
PT MNC Vision Networks Tbk Catat Laba Bersih Rp101,3 Miliar
Berita Terkini
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
2 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
8 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
9 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
9 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
10 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
10 jam yang lalu
Infografis
Pembatasan BBM Subsidi,...
Pembatasan BBM Subsidi, Ojol: Pendapatan Pahit, Pengeluaran Buncit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved