BBM Naik, Pemerintah Harus Pertahankan Raskin

Selasa, 25 November 2014 - 11:23 WIB
BBM Naik, Pemerintah...
BBM Naik, Pemerintah Harus Pertahankan Raskin
A A A
JAKARTA - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi akan melemahkan daya beli masyarakat, khususnya rakyat miskin.

Agar mereka bisa tetap memenuhi kebutuhan pokoknya, terutama beras, maka pemerintahan Joko Widodo- Jusuf Kalla (Jokowi-JK) harus mempertahankan program beras untuk rakyat miskin (raskin). “Masyarakat masih menghendaki program raskin diteruskan. Sebab, dengan adanya kenaikan BBM, pasti memerlukan jaringan bantuan sosial yang banyak, selain kartu-kartu (KIS, KIP, dan KKS) itu,” ungkap anggota DPR RI asal Fraksi Golkar Meutya Hafid di Jakarta kemarin.

Menurutnya, pemerintahharus menjaga agar rakyat, khususnya masyarakat miskin, terpenuhi kebutuhan dasarnya, terutama yang berhubungan denganperut. “Jadi, programraskin perlu diteruskan sesuai dengan kehendak rakyat,” harapnya. Meutya menegaskan, kenaikan harga BBM bersubsidi sudah tentu menurunkan daya beli masyarakat, sehingga pemerintah harus berpikir ulang jika ingin menghapuskan raskin.

“Kalau ada wacana penghapusan, sebaiknya dipikirkan ulang karena saat ini masyarakat membutuhkan bantuan pangan,” tandasnya. Menurut Meutya, raskin bukan sekadar bagi-bagi beras. Raskin juga menjadi instrumen stabilitas harga beras atau jaring pengaman harga, agar petani tidak dirugikan saat panen melimpah yang bisa menurunkan harga pasar.

Konsumen juga tidak dirugikan saat produksi beras turun dan harga cenderung terkatrol. Sekretaris Badan Ketahanan Pangan Mei Rochjat Darmawiredja, mengharapkan pemerintah Jokowi-JK tetap mempertahankan program raskin. “Masyarakat miskin masih memerlukan raskin. Hanya, perlu beberapa perbaikan, termasuk kualitas raskin,” ujarnya.

Menurut Mei, lembaganya memberikan masukan dalam rapat-rapat kepada para pejabat terkait bahwa program raskin ini sangat penting. “Tapi, keputusannya nanti pada rapat tingkat menteri. Apakah raskin ini akan dilanjutkan atau tidak,” katanya.

Sudarsono
(ars)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
19 menit yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
35 menit yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
1 jam yang lalu
Kepala BGN Baru Sebut...
Kepala BGN Baru Sebut MBG Tender Politik Prabowo: Tak Bisa Dibubarkan
1 jam yang lalu
Potensi Tokenisasi Aset...
Potensi Tokenisasi Aset Capai USD2 Triliun di 2030, Keamanan Investor Jadi Kunci
1 jam yang lalu
Airlangga Sangkal PFII...
Airlangga Sangkal PFII Jadi Surga Pencucian Uang: Bukan untuk Dana-dana Gelap
2 jam yang lalu
Infografis
Pemerintah Tetapkan...
Pemerintah Tetapkan 25 Hari Libur dan Cuti Bersama di Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved