Buruh Hitung UMP Pakai Dolar, Ini Kata Sofyan Djalil

Kamis, 27 November 2014 - 10:04 WIB
Buruh Hitung UMP Pakai...
Buruh Hitung UMP Pakai Dolar, Ini Kata Sofyan Djalil
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Sofyan Djalil meminta buruh melihat kemampuan industri dan pengusaha di Indonesia.

Hal tersebut dikatakan Sofyan dalam menanggapi tingkah buruh yang menghitung upah minimum provinsi (UMP) mengacu pada nilai tukar rupiah terhadap dolar (USD).

"Wah enggak itu. Yang namanya minta sih boleh, tapi kan kita lihat juga kemampuan industrinya dong," ujar Sofyan di Grand Hyatt, Jakarta, Rabu (26/11/2014).

Dia menuturkan, persoalan penetapan UMP yang hingga kini belum terselesaikan harus disikapi secara kritis. UMP yang notabenenya ditetapkan pemerintah provinsi, menjadikan proses negosiasi menjadi lama dan alot.

"Karena itu perlu kita pikirkan ke depan bagaimana suatu mekanisme supaya masalah ini teratasi," tambahnya.

Sofyan mengatakan, dalam meredam keinginan buruh untuk menuntut kenaikan upah tiap tahunnya, pemerintah telah berupaya dengan membantu pembangunan rumah, sekolah, dan fasilitas kesehatan yang disusun secara sistemik dan dalam satu area.

"Makanya adanya kawasan industri yang baik, pemerintah ikut membantu membangun rumah, sekolah, fasilitas kesehatan, sehingga buruh tidak perlu banyak bergerak. Mungkin untuk kenaikan upah tiap tahun jadi berkurang. Harus dibikin secara sistemik," pungkas dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pengusaha Ancam Potong...
Pengusaha Ancam Potong Gaji Buruh, Jika Gubernur Naikkan UMP
Ini 6 Negara dengan...
Ini 6 Negara dengan Gaji Buruh Tertinggi di Dunia
BPS: Upah Nominal Buruh...
BPS: Upah Nominal Buruh Tani Meningkat 0,15%
Buruh Minta UMP 2022...
Buruh Minta UMP 2022 Naik 10%, KSPI Beberkan Alasannya
Sempat Alot, Upah Buruh...
Sempat Alot, Upah Buruh di Karawang Diusulkan Naik Jadi Rp5.797.000
Buruh Jawa Barat Tuntut...
Buruh Jawa Barat Tuntut Kenaikan Upah 8% pada 2021
Berita Terkini
Percepat Terbentuknya...
Percepat Terbentuknya Ekosistem Pasar Karbon Nasional yang Kredibel, Transparan, dan Berdaya Saing
9 jam yang lalu
Bio Farma Luncurkan...
Bio Farma Luncurkan Bio-TCV, Perkuat Kedaulatan Vaksin Lewat Kolaborasi Akademisi dan Industri
9 jam yang lalu
Kucuran Investasi Rp1.010,6...
Kucuran Investasi Rp1.010,6 Triliun di Paruh Pertama 2026 Serap 1,4 Juta Tenaga Kerja
9 jam yang lalu
Gerak Cepat, BRI Insurance...
Gerak Cepat, BRI Insurance Serahkan Klaim Asuransi Alat Berat Rp322 Juta ke Nasabah Pangkal Pinang
10 jam yang lalu
Pegadaian Perluas Program...
Pegadaian Perluas Program Pande Emas Perkuat Ekosistem Bullion Services
10 jam yang lalu
Bahlil Sebut Kehadiran...
Bahlil Sebut Kehadiran Blok Masela Mampu Dongkrak PDB Nasional hingga Rp2.477 Triliun
10 jam yang lalu
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved