IHSG Diproyeksi pada Kisaran 5.118-5.200
Selasa, 02 Desember 2014 - 08:38 WIB
IHSG Diproyeksi pada Kisaran 5.118-5.200
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari kedua pekan ini diproyeksi akan bergerak variatif (mixed), dengan kecenderungan melemah.
"Indeks akan bergerak pada kisaran resistance 5.200 dan support 5.118," kata analis teknikal Mandiri Sekuritas Ayyi Achmad Hidayah, Selasa (2/1/2/2014).
Dia menuturkan, IHSG masih diperdagangkan diatas MA 200 harian. Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup menguat ke level 5.164.
Sementara sentimen dari luar menekan laju IHSG. Tanda-tanda pelemahan ekonomi global kembali menghantam pasar saham Amerika Serikat (AS), yang ditandai dengan koreksi indeks Dow Jones Industrial Avg sebesar 0,29% dan indeks S&P500 sebesar 0,68%.
Dari pasar Asia, pergerakan pasar saham dipengaruhi oleh data terbaru pelambatan industri manufaktur China. Sentimen tersebut membuat indeks Nikkei 225 melemah 0,50% dan indeks KOSPI Composite di Korea Selatan terkoreksi 0,32% pada perdagangan pagi ini.
Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas bergerak mixed. Harga minyak mentah WTI semalam naik 4,72% ke level USD69,39 per barel. Sedangkan harga emas Comex kembeli mengalami koreksi 0,52% ke posisi USD1.211,80 per ons troi.
Dari dalam negeri, inflasi November 2014 dirilis sebesar 1,5% atau sejalan dengan perkiraan Bank Indonesia (BI) yang berkisar antara 1,3%-1,6%. Di sisi lain, neraca perdagangan Indonesia bulan Oktober 2014 justru dibukukan surplus USD23,2 juta, atau bertolak belakang dengan proyeksi yang defisit USD51 juta.
"Indeks akan bergerak pada kisaran resistance 5.200 dan support 5.118," kata analis teknikal Mandiri Sekuritas Ayyi Achmad Hidayah, Selasa (2/1/2/2014).
Dia menuturkan, IHSG masih diperdagangkan diatas MA 200 harian. Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup menguat ke level 5.164.
Sementara sentimen dari luar menekan laju IHSG. Tanda-tanda pelemahan ekonomi global kembali menghantam pasar saham Amerika Serikat (AS), yang ditandai dengan koreksi indeks Dow Jones Industrial Avg sebesar 0,29% dan indeks S&P500 sebesar 0,68%.
Dari pasar Asia, pergerakan pasar saham dipengaruhi oleh data terbaru pelambatan industri manufaktur China. Sentimen tersebut membuat indeks Nikkei 225 melemah 0,50% dan indeks KOSPI Composite di Korea Selatan terkoreksi 0,32% pada perdagangan pagi ini.
Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas bergerak mixed. Harga minyak mentah WTI semalam naik 4,72% ke level USD69,39 per barel. Sedangkan harga emas Comex kembeli mengalami koreksi 0,52% ke posisi USD1.211,80 per ons troi.
Dari dalam negeri, inflasi November 2014 dirilis sebesar 1,5% atau sejalan dengan perkiraan Bank Indonesia (BI) yang berkisar antara 1,3%-1,6%. Di sisi lain, neraca perdagangan Indonesia bulan Oktober 2014 justru dibukukan surplus USD23,2 juta, atau bertolak belakang dengan proyeksi yang defisit USD51 juta.
(rna)
Lihat Juga :