Investasi Rp7 Triliun, AP I Bersiap Hadapi Open Sky

Rabu, 03 Desember 2014 - 02:57 WIB
Investasi Rp7 Triliun,...
Investasi Rp7 Triliun, AP I Bersiap Hadapi Open Sky
A A A
MAKASSAR - PT Angkasa Pura (AP) I bersiap menghadapi penerapan kebijakan ASEAN open sky atau liberarisasi angkutan udara di wilayah Asia Tenggara yang akan dimulai pada Desember 2015.

Nantinya dengan aturan ini, negara Asia Tenggara yang tergabung di dalam Association of South East Asian Nations (ASEAN) termasuk Indonesia akan membuka wilayah udara antar sesama anggota.

Di Indonesia ada lima bandara yang masuk dalam perencanaan pengembangan untuk melaksanakan kebijakan tersebut, diantaranya di AP I yang membawahi bandara Hasanuddin Makassar, Sepinggan Balikpapan, Juanda Surabaya dan Ngurah Rai Bali.

Menurut Sekretaris PT Angkasa Pura I Hary Budi Waluyo, open sky merupakan kebijakan international yang suka maupun tidak harus dilaksanakan, makanya sedari sekarang dilakukan persiapan dalam hal penyediaan fasilitas penunjang.

Makanya, kata dia, untuk meningkatkan layanan tersebut telah dianggarkan dana sebesar Rp7 triliun demi memperbaiki infrastruktur di dalam Bandara.

“Pada dasarnya kita sudah siap. Hanya saja untuk konsolidasi kesiapan-kesiapan dari maskapai, bea cukai, dan beberapa stakeholder yang ada. Dengan menyandang standar internasional, maka kita sudah laik untuk menerapakan open sky,” katanya, Selasa (2/12/2014).

Jumlah penumpang yang menggunakan jasa di Bandara International Sultan Hasanuddin Makassar di tahun lalu tercatat sekitar 9,6 juta penumpang atau meningkat sebesar 12,3% di tahun sebelumnya mencapai 8,5 juta penumpang.

Tahun ini, diprediksi meningkat 12% mencapai 11,2 juta penumpang dengan pergerakan pesawat perhari 105 pesawat dan jumlah penumpang 26.000 perharinya. Sementara, di tahun lalu, kata dia, pergerakan pesawat mencapai 94,759 pergerakan di 2012 hanya berkisar 83.870 pergerakan.

“Untuk meningkatkan layanan ke pengguna bandara di tahun ini akan ada penambahan untuk penguatan landasan agar pesawat berbodi besar bisa mendarat, jika sebelumnya kalau run away lama memiliki ketebalan 63 Pavement Clasification Number (PCN) 63 dan di run away baru memiliki 77 PCN maka di tahun ini ditingkatkan menjadi 85 PCN.

Sementara, untuk menambah ketebalan landasan disiapkan investasi Rp56 miliar dan ditargetkan 2017 keseluruhannya bisa rampung, sehingga seluruh pesawat bisa memanfaatkan landasan tersebut.

Sementara itu, sejumlah maskapai penerbangan di Indonesia juga telah menyatakan kesediannya untuk menghadapi open sky. Garuda Indonesia menjadi salah satu maskapai yang siap menghadapi persaingan dalam bisnis penerbangan ini.

Menurut Vice President GIA Eastern Area Of Indonesia Rosyinah Manaf, dalam menghadapi kebijakan tersebut tentunya perusahaannya telah mempersiaokan semuanya, itu diwujudkan dengan membangun kerjasama dengan berbagai pihak terkait baik dalam negeri maupun luar negeri.

“Dari sisi transportasi udara kita kerjasama dengan Sky Team 20 negara dengan 1064 destinasi, selan itu dilakukan peningakatan secara signifikan level service, perbaikan-perbaikan infra struktur khususnya di HUB Makassar,” ujarnya.

Terlebih, kata dia, dalam hal penyediaan Sumber Daya Manusia (SDM) yang hampir 90% khususnya di opersional sudah memiliki sertifikasi profesi, sedangkan sisanya terus dibekali kursus-kursus sesuai unit kerja masing-masing dan selalu dilakukan update.

Masih dijelaskan Rosyinah, bentuk komitmen lainnya diwujudkan dengan secara terus menerus membuka rute-rute baru untuk membangun konektifitas dan network sesuai kebutuhan customer. Dimana rencananya, 1 Desember telah dibuka rute Ambon ke Ternate pulang pergi (PP),Ambon- Langgur (PP) dan Ambon - Saumlaki PP.

“Saat ini kami sudah membuka 42 rute penerbangan dan akhir tahun diharapkan bisa menjadi 50 rute khusus region timur, sementara untuk load factor rata-rata di atas 80% hingga terbaru mencapai 83,13%,” tuturnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Peduli UMKM, PT Angkasa...
Peduli UMKM, PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara Sam Ratulangi Salurkan Bantuan Rp450 Juta
Angkasa Pura Dukung...
Angkasa Pura Dukung Layanan Penerbangan Langsung Komoditas Ekspor
Pergerakan Penumpang...
Pergerakan Penumpang pada Puncak Arus Mudik 29 April Mencapai 174.910 Penumpang
Bandara I Gusti Ngurah...
Bandara I Gusti Ngurah Rai Hadirkan Layanan Akses Internet 5G Berkecepatan Tinggi
Bandara SAMS Sepinggan...
Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan Raih Penghargaan The ACI Director General’s Roll of Excellence in Airport Service Quality
Angkasa Pura I Layani...
Angkasa Pura I Layani 3,4 Juta Penumpang Sepanjang April 2022
Berita Terkini
Harga Minyak Mendidih...
Harga Minyak Mendidih 1% saat Houthi Blokade Arab Saudi, Bakal Tembus USD100 per Barel?
1 jam yang lalu
IHSG Masih Perkasa,...
IHSG Masih Perkasa, Hari Ini Dibuka Menanjak Naik 0,67% ke level 6.273.
2 jam yang lalu
Bappenas Petakan Kekayaan...
Bappenas Petakan Kekayaan Hayati Indonesia untuk Pembangunan Berkelanjuran
2 jam yang lalu
Kilau Emas Meredup,...
Kilau Emas Meredup, Turun 9 Ribu Sentuh Level Rp2.601.000/Gram
2 jam yang lalu
Tabungan Kelas Menengah...
Tabungan Kelas Menengah Melambat, LPS Menyoroti Anomali Melejitnya Simpanan di Atas Rp5 Miliar
3 jam yang lalu
AS Kembali Picu Perang...
AS Kembali Picu Perang Dagang, Kali Ini Kanada Bakal Dihantam Tarif 50%
4 jam yang lalu
Infografis
3 Negara Mayoritas Islam...
3 Negara Mayoritas Islam Terjebak Utang China, Indonesia Tembus Rp326 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved